Thursday, 20 March 2014

Mencegah Pengaruh Buruk TV dan Penggunaan Gadget oleh Anak

Mencegah Pengaruh Buruk TV dan Penggunaan Gadget oleh Anak




Sebagai orang tua kita sering dengan sengaja maupun tidak, membiarkan anak – anak kita memanfaatkan fasilitas – fasilitas hiburan atau game seperti TV ataupun gadget elektronik lainnya. Mungkin awalnya kita hanya bertujuan untuk mengenalkan pada anak – anak kita tentang teknologi canggih saat ini. Namun tanpa kita sadari jika penggunaan atau pemanfaatan TV atau gadget elektronik lainnya memberikan dampak negative bagi anak kita. Sebagaimana dipaparkan dalam sebuah artikel ilmiah “Kids' Electronic Media Use Linked with Poorer Well-Being” oleh Rachael Rettner, Senior Writer dari situs www.livescience.com edisi 17 Maret 2014.



Dalam artikel ini digambarkan jika jumlah waktu anak-anak menghabiskan menonton TV atau bermain i kesejahteraan mereka pada anak usia dini , termasuk faktor-faktor kesehatan mental seperti resiko mereka untuk masalah emosional , sebuah studi baru dari Eropa menunjukkan, untuk anak perempuan dalam penelitian ini, setiap jam tambahan dihabiskan bermain game elektronik atau menggunakan komputer pada hari kerja pada usia 4 tahun dikaitkan dengan peningkatan dua kali lipat dalam risiko masalah emosional pada usia 6 tahun. Sedangkan untuk kedua anak laki-laki dan perempuan, setiap jam tambahan menonton TV pada hari kerja dikaitkan dengan peningkatan risiko keluarga miskin dikarenakan anak anak akan cnderung tidak bergaul dengan baik dengan orang tua. 

          Namun, studi ini tidak melihat apakah orang tua menonton TV dengan anak-anak mereka , dan tidak mempertimbangkan isi dari TV dan permainan elektronik anak-anak bermain , yang semuanya bisa mempengaruhi hasil.

Para ahli mengatakan bahwa pemantauan orangtua media penggunaan anak-anak dapat membantu mengurangi beberapa hasil yang merugikan dilihat dalam hal ini dan penelitian lain , kata Dr Daniel Coury , spesialis perilaku di Rumah Sakit Anak Nationwide, yang tidak terlibat dalam penelitian ini ."Orang tua harus terlibat dengan pemantauan media bahwa anak-anak mereka menonton" kata Coury . Misalnya, jika anak-anak diijinkan untuk menonton TV , orang tua harus mencoba untuk menonton dengan mereka sehingga mereka dapat menempatkan menunjukkan dalam konteks dan pastikan konten yang sesuai untuk usia anak, kata Coury .

Selain itu, American Academy of Pediatrics merekomendasikan anak-anak membatasi waktu layar (jam dihabiskan di depan TV , komputer atau layar lainnya untuk tujuan rekreasi) tidak lebih dari dua jam per hari . (Dan TV tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 2 .)

Sebuah studi kedua yang diterbitkan dalam jurnal yang sama menunjukkan bahwa pemantauan orang tua dari penggunaan media anak mereka dapat membantu mengurangi risiko obesitas sehingga sering dikaitkan dengan kegiatan seperti menonton TV .

Oleh karena itu dari uraian diatas kita sebagai orang tua tetap wajib mengatur  lama waktu penggunaan gadget elektronik oleh anak – anak kita. Hal ini untuk tetap memberikan porsi aktivitas fisik anak dan proses sosialisasi anak dengan teman sebayanya  maupun lingkungan sekitarnya. Selain itu kita juga harus selalu memantau dan mendampingi anak – anak kita saat mereka memanfaatkan gadget – gadget elektronik. Hal ini agar proses pendidikan dan pendampingan orang tua terhadap anak tetap terlaksana dengan baik. Sehingga sebagai hasil akhir kita tetap memberikan hal terbaik bagi anak kita.








Wednesday, 19 March 2014

Alasan Ilmiah Rasulullah Tidak pernah menyarankan wanita untuk Ber KB

Alasan Ilmiah
Rasulullah Tidak pernah menyarankan wanita untuk Ber KB

Rasulullah selama mendakwahkan Islam kepada seluruh umat manusia tidak pernah menganjurkan bagi manusia agar membatasi jumlah kelahiran atau jumlah anak. Bahkan Rasulullah mengisyarakat jika beliau sangat berbangga jika jumlah muslim yang besar, salah satunya melalui jalan keturunan. Sebagaimana hadist Rasul berikut
 “Nikahilah oleh kalian wanita yang pencinta dan subur, karena aku akan berbangga dengan banyaknya kalian kepada umat-umat yang lain.” (HR Abu Dawud: 2052, dishahihkan Al Albany dalam Jami As-Shahih: 5251)

Dalam Islam, anak adalah karunia yang dianugerahkan ALLAH SWT kepada hambaNYa. Karena kehadiran mereka dalam suatu keluarga adalah nikmat. Anak dapat berperan sebagai pengikat yang kuat bagi sebuah mahligai pernikahan. Bahkan seorang anak akan menjadi jalan bagi orang tuanya mencapai kebahagiaan dunia (kecukupan rizki di dunia) dan kebahagiaan akherat (masuk surga). Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sungguh seorang manusia akan ditinggikan derajatnya di surga (kelak), maka dia bertanya: Bagaimana aku bisa mencapai semua ini? Maka dikatakan padanya: (Ini semua) disebabkan istigfar (permohonan ampun kepada Allah yang selalu diucapkan oleh) anakmu untukmu.” (Kitab al-Maudhuuaat (2/281), al-’Ilal mutanaahiyah (2/636) keduanya tulisan imam Ibnul Jauzi, dan Silsilatul Ahaaditsidh Dha’iifah” (no. 3580). Karena menurut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Jika seorang anak Adam mati, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang berdoa untuknya.” (HR Muslim).

            Allah pun berfirman dalam AlQuran “Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka.” (QS. Al An’am [6]: 151). Oleh karena itu tidak ada alasan lagi bagi kita untuk takut atau menunda – nunda mempunyai anak. Karena selama kita bias mendidik anak kita sehingga menjadi anak yang sholeh dan sholehah maka sesungguhnya hal itu adala anugerah ALLAH SWT yang sangat besar.

Namun di Zaman modern ini banyak sekali tuntunan pemerintah dan Zaman yang sudah menyalahi ajaran Islam namun dipaksakan dengan berbagai  alasan duniawi yang belum tentu telah dikaji secara mendalam dan ilmiah mengenai dampaknya bagi manusia. Salah satunya Penggalakan Program KB. Yakni program pembatasan jumlah anak atau kelahiran seorang anak yang dibatasi hingga anak ke – 2 (dua).

Padahal secara fakta ilmiah terkini disampaikan jika semakin banyak anak yang dilahirkan oleh seorang Ibu maka hal itu akan mengurangi resiko kanker bagi ibu. Sebagaimana disampaikan Rachael Rettner dalam artikel ilmiah “Women who give birth to 10 or more children may have a reduced risk of cancer, a new study from Finland suggests “ yang dimuat dalam situs www.livescience.com pada 7 Maret 2014.

Dalam penelitian tersebut dipaparkan jika wanita yang melahirkan bayi lebih dari 10 kali maka akan memiliki penurunan resiko untuk mengidap kanker terutama berasal dari tingkat penurunan kanker payudara dan kanker ginekologi termasuk ovarium dan kanker endometrium (kanker pada lapisan rahim). Hal ini karena Ini mungkin karena proses kehamilan menghentikan siklus menstruasi sehingga sel-sel payudara pada wanita yang memiliki banyak kehamilan menjadi sangat kurang terpapar hormon estrogen. Menurut American Cancer Society, paparan estrogen diduga meningkatkan risiko kanker payudara. Dilain sisi saat proses kehamilan juga terjadi penghentian ovulasi dan perubahan siklus hormon penyebab ovulasi, hal ini mungkin juga memainkan peran dalam mengurangi risiko kanker ovarium dan endometrium.

Dari uraian tersebut semakin mantaplah keimanan kita pada Islam. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam setiap dakwahnya selalu berdasarkan wahyu Ilahi yang dapat dipastikan dan diyakini kebenarannya.

Wednesday, 15 January 2014

SINGA VS CICAK


      SINGA   VS     CICAK

Singa dan cicak bukan merupakan makhluk yang asing bagi kita. Dalam tulisan ini persandingan singa dan cicak bukan maksud untuk mengadu keduanya dalam hal laga fisik karena pasti secara ukuran fisik dan kekuatan kedua hewan tersebut tidak seimbang. Namun lebih untuk mengambil hikmah dari perilaku kedua hewan ini. 

Singa merupakan hewan yang kuat secara fisik. Sering dalam kisah dongeng, singa digambarkan sebagai raja rimba. Bahkan oleh Nabi Muhammad Rasulullah SAW, nama singa digunakan sebagai perumpamaan bagi seorang sahabat Rasul (Hamzah bin Abdul Mutthallib) untuk menggambarkan keberaniannya dalam berperang di jalan ALLAH dan RasulNya. Lebih tepatnya Rasulullah SAW menyebut sahabat yang satu ini sebagai “Singa Allah”. Pertanyaannya sekarang kenapa Rasulullah tidak menggunakan nama hewan lain sebagai perumpamaan, macan atau monyet misalnya apalagi cicak?


Seperti kita telah ketahui bersama, singa merupakan hewan yang hidup berkelompok – kelompok. Setiap satu kelompok dipimpin oleh satu singa jantan (sang Raja Singa). Sang raja singa inilah yang nantinya mengatur kelompoknya dalam memenuhi keberlangsungan hidup kelompok itu sendiri. Dalam hal berburu maupun mempertahankan kelompoknya dari serangan hewan lain, Sang Raja Singa akan dengan gagah berani berada pada barisan terdepan untuk mengambil peran terpenting dalam kelompoknya. Sedangkan barisan pengikutnya akan dengan setia memberikan dukungan dibelakang Sang Raja Singa. Saat berhasil mendapatkan buruannya maka singa akan sangat kooperatif untuk menyantapnya secara bersama – sama. Sisi lain dari singa adalah insting pemilihan pemimpin atau sang raja singa yang cukup fair. Yakni, dengan melalui pertarungan terbuka antar singa jantan yang mencalonkan dirinya sebagai raja singa tanpa ada campur tangan anggota yang lain untuk mendukung salah satu kandidat. Serta bagi calon yang kalah dalam pertarungan akan sangat lapang dada mengakui keunggulan rivalnya serta dengan sikap yang jantan untuk meninggalkan kelompok yang diperebutkannya.

Bagaimana dengan cicak? Cerita cicak pun tak menariknya dengan singa. Cicak sangat terkenal dengan kemampuannya untuk melakukan amputasi diri terhadap ekornya sendiri saat dirinya dalam kondisi terdesak oleh bahaya. Kemampuan ini sering kita kenal dengan istilah mimikri. Sisi lainnya, cicak bukan termasuk hewan yang hidup dalam berkelompok bahkan cicak termasuk hewan yang persaingan antar sesamanya cenderung tinggi. Cicak akan sangat mudah bertarung dengan sesamanya hanya demi memperebutkan seekor nyamuk atau serangga sebagai santapan.

Setelah memahami kedua hewan ini maka kita dapat menyimpulkan potensi dari masing – masing hewan ini (singa dan cicak). Secara singkat singa dapat digambarkan sebagai makhluk yang memiliki keberanian, kepemimpinan yang baik, adil dan demokratis serta mampu bersikap kesatria. Sedangkan cicak dapat digambarkan sebagai makhluk individualis serta yang paling menonjol adalah keberanian cicak mengorbankan bagian tubuhnya (ekor) hanya untuk melindungi bagian tubuh lainnya seperti kepala dan kaki tangannya.

Hal yang terpenting adalah bagaimana kita mengambil pelajaran dan hikmah dari kedua makhluk ini untuk dimanfaatkan dalam kehidupan kita sebagai makhluk sosial. Sebagaimana firman ALLAH SWT bahwa dalam setiap ciptaanNYA mengandung banyak manfaat bagi manusia, tentunya bagi mereka yang dapat mengambil pelajaran. Hikmah utama yang harus kita ambil adalah bagaimana kita menjadikan potensi – potensi yang ada dalam diri singa Sang Raja Rimba untuk kita miliki saat kita menjadi seorang pemimpin atau memilih seorang pemimpin. Jiwa dan kemampuan seekor singa merupakan modal dasar yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. 

Seorang pemimpin harus memiliki keberanian memperjuangkan dan melindungi kelompoknya sebagaimana Sang Raja Singa yang selalu berada pada garis terdepan dalam setiap pertarungan guna memperjuangkan kelangsungan hidup kelompoknya.

   Seorang pemimpin harus mampu memanage anggotanya disesuaikan dengan kemampuan dan    pengetahuan dari setiap anggotanya guna keberlangsungan kelompoknya

          Seorang pemimpin harus memperlakukan setiap anggotanya secara adil

     Seorang pemimpin juga harus memberikan kesempatan bagi generasi mudanya yang ingin berkarya maupun untuk unjuk kebolehan menggantikan posisinya sebagai seorang pemimpin tentunya dengan cara – cara yang fair sebagaimana pertarungan antar calon raja singa dalam memperebutkan posisi sebagai Sang Raja Singa

    Seorang pemimpin harus kesatria dan lapang dada serta menghargai keunggulan anggota maupun rivalnya baik dalam hal kecerdasan, berpendapat maupun dalam hal pertarungan.

Sehingga dengan kompetensi dasar sebagaimana tersebut maka seeorang pemimpin akan dihormati dan dihargai baik saat masih menjabat sebagai pemimpin maupun saat setelah lengser dari jabatannya.

Sedangkan sifat – sifat yang ada dalam diri cicak adalah hal – hal yang harus dihindari bagi kita sebagai pemimpin atau yang memilih pemimpin. Apa dan bagaimana itu?

1   Seorang pemimpin tidak boleh bersikap individualis atau lebih mementingkan kepentingan dirinya sendiri daripadi kepentingan kelompok. Sebagaimana sifat cicak yang selalu bertarung sesamanya hanya untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan dirinya sendiri. Sehingga cicak tidak pernah bisa hidup secara berkelompok – kelompok.

2     Seorang pemimpin tidak boleh bersikap pengecut menghadapi rintangan dan bahaya yang melintang. Seperti halnya cicak yang memilih untuk lari dari bahaya atau rintangan bahkan cicak dengan mudahnya mengorbankan ekornya untuk menyelamatnya nyawanya. Fakta pada cicak ini merupakan gambaran bagi seorang pemimpin yang dengan mudah mengorbankan anak buahnya hanya untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari bahaya yang mengancam.

Akhir kata bagaimana dengan diri kita sebagai seorang pemimpin atau sebagai orang yang lagi memilih seorang pemimpin. Apakah kita lebih memilih atau menjadi seorang pemimpin yang bermental Singa atau pemimpin yang bermental Cicak.

Monday, 9 December 2013

TENTANG WAKTU

WAKTU
          Waktu tanpa bisa kita pungkiri selalu hadir dalam hidup kita. Meskipun kehadirannya tidak dapat kita rasakan dengan rabaan, penglihatan ataupun  penciuman. Namun kita dapat memahami secara sadar ataupun tanpa disadari keberadaannya. Seakan – akan ia melingkupi kehidupan kita dan tersistem didalamnya meskipun sifatnya lebih kepada hal yang abstrak.

Tiga dimensi waktu
Dimensi waktu pertama adalah “Dimensi Waktu Lampau”. Dimensi waktu ini merupakan waktu yang telah berlaku dalam kehidupan kita. Dimensi waktu ini tidak dapat lagi kita raih kembali. Ia telah menjadi kenangan bahkan sudah menjadi sejarah hidup kita, baik itu berupa kebaikan ataupun keburukan. Hanya penyesalan dan pertaubatan yang dapat memperbaikinya apabila yeng telah berlalu berupa kejelekan. Serta kesenangan dan persembahan kata syukur apabila yang telah berlalu berupa kebaikan. Dimensi waktu ini berlaku sejak detik demi detik kehidupan yang telah kita lalui.
Dimensi waktu kedua adalah “Dimensi Waktu Sekarang”. Dimensi waktu ini adalah saat – saat kita melakukan aktivitas saat ini. Dimensi waktu yang bisa kita pakai dan kita kelola agar tidak berlaku penyesalan saat ia telah berlalu. Dimensi waktu yang dapat kita manfaatkan untuk melakukan hal – hal yang lebih baik dari waktu lampau. Dimensi waktu ini pula yang menjadikan diri kita mampu merencanakan perjalanan hidup kita dimasa mendatang.
Dimensi waktu ketiga adalah “Dimensi Waktu Masa Yang Akan Datang”. Dimensi waktu ini jauh lebih abstrak sifatnya dibandingkan dimensi – dimensi waktu yang lain. Karena dimensi waktu ini lebih kepada perencanaan dan harapan akan hasil perjalanan hidup kita dalam “Dimensi Waktu Sekarang”. Tidak satupun dari kita yang dapat memastikan setiap hal yang akan berlaku dalam dimensi waktu yang satu ini. Dimensi waktu ini sepenuhnya menjadi hak perogratif ALLAH SWT. Kita sebagai makhlukNYA hanya diserukan untuk berbuat kebaikan dan berdo’a kepadaNYA dalam “Dimensi Waktu Sekarang” yang kita ada didalamnya saat ini.

BATASAN WAKTU
          Waktu juga merupakan ciptaan ALLAH SWT sama seperti kita, manusia. Ia juga memiliki batasan – batasan. Bagi kita manusia, batasan awal “Waktu” kita adalah saat kita terlahir kedunia. Saat itulah “Waktu” kita mulai berdentang. Detik demi detik akan berlalu bersama kita menjalani kehidupan kita di dunia. Ia menyertai setiap tawa dan tangis kita dalam mengarungi kehidupan. Bersama – sama kita menghiasi setiap harapan dan do’a kita.
          Bagaimana dengan batasan akhirnya. Batasan akhirnya adalah saat kehidupan kita di dunia telah dinyatakan berakhir oleh Sang Khaliq. Saat itu pula ia akan pergi. Bagi kita saat itu juga berarti bahwa tidak ada satupun kegiatan yang dapat kita kerjakan untuk memperbaiki kehidupan. Yang tersisa hanya masa – masa saat kita harus mempertanggungjawabkan perbuatan kita dalam memanfaatkan “Waktu”  saat kita masih di dunia.


Thursday, 14 November 2013

GETTING MARRIED, MAKE YOU HEALTHY

                              GETTING MARRIED, MAKE YOU HEALTHY



Getting married is a linkage relationship between two people with different sex and non-muhrim individuals empowered by religion. Marriage is not uncommon things and new things among people. But how the relation among marriage to a person's health, recently the subject of a new study published in the European Journal of Preventive Cardiology on 31 January 2013 and has also described in the article "Single Adults Have Greater Risk Attack" by Tanya Lewis, LiveScience Staff Writer.


In the study presented if a man who chose to live single has a possible risk of heart disease 58 to 66 percent higher than married men. Likewise, for a single woman who would have the possibility of heart disease risk of 60 to 65 percent higher than married women. Single men and women are also more likely to die within 28 days of suffering a cardiac event. Men who are not married have a mortality risk of 60-168 persen/28 day higher than married men, married women do not have the risk of mortality persen/28 71-175 days higher than married women.


This phenomenon is due to the men and women who marry tend to have healthier lifestyles than men and women who live single. Marital life, allows one partner to another and maintain the health of their partners remind each other. This research was conducted to the exclusion factor unhappy marriages (unhappy married).


These results remind us how the Prophet Muhammad SAW to spread Islam very anthusiastic in rocommending the Islam community that has entered the age of legal age and have the ability, it is recommended to get married. If do not have the ability, he advised his people to fast. This solution become reasonable for now because fasting is the most powerful method of health to maintain a healthy body as well as the clarity of his mind. As stated in the hadith Rasul (Prophet Said) :

From Abdullah Ibn Mas'ud Radliyallaahu 'anhu said: The Messenger Muhammad Shallallaahu' alaihi wa sallam said to us: " young people, whoever among you has ability to built a family, please get married, because he can lower his gaze and maintain genitalia. Whoever has not been able should fast, because it can control you.


In fact, because it is so important to a marriage - until he threatened any of his people who deliberately do not get married, then they are not the Prophet Muhammad ummah. It was stated as the following hadith


From Anas Ibn Malik Radliyallaahu 'anhu that the Prophet Muhammad Shallallaahu’alaihi wa sallam after praising Allah and lauding Him, said : But I pray, sleep, fasting, iftar, and married women. Whoever hates Sunnah, it does not include my ummah.


The important conclusion for us is really any teaching delivered by the Prophet Muhammad SAW is a good way of life for his people (ummah) to achieve happiness in the world and the hereafter. Because Islam is a religion that best suits our nature as human beings.

FASTING TO WORSHIP minimize the possibility RISK OF DEATH DRIVER ON CAR ACCIDENT

FASTING TO WORSHIP minimize the possibility RISK OF DEATH DRIVER ON CAR ACCIDENT

The development technology is very influential on the human lifestyle. Human behavior is especially striking affected by these developments one of which is human eating behavior. Due to the demands of the times and technological advances that require us to always hunt with the time at work. Busyness is not directly change our eating habits become irregular and less attention to the composition of our diet.

Changes in eating behavior is causing our health impaired. Many medical problems that we suffer because of poor diet this. Starting from ulcer disease until one disease is a scourge for everyone that is Obesity.

WHO Obesity is defined as abnormal or excessive fat accumulation that pose health risks to the human body. Obesity or overweight is a precursor to the development of various diseases in the human body such as coronary heart disease, type 2 diabetes, cancer, hypertension, high cholesterol, liver, asthma, and gynecological problems.

How to solve this obesity problem? In the religion of Islam these problems have been anticipated since the 15th century. Namely through FASTING. Fasting is an act that deliberately not eating and drinking from dawn until sunset. How is the relationship between fasting and obesity? Our bodies need energy to do activities. In the non-fasting conditions, energy intake derived from our process of body metabolism to nutritional foods we eat. Meanwhile, when we fast we do not derive energy from food intake, but energy is obtained from a chemical reaction process by outlining the pile up of sugar and fat is converted into energy. Therefore, fasting can reduce fatty deposits in the body. Then the conclusion of fasting, the risk of obesity can be prevented.

How does the discussion of the correlation of fasting and obesity on the risk of death in a car accident?

Recent studies revealed that obesity can increase the risk of dying in a car accident.
In these studies the value drivers of obesity body mass index (BMI) between 30 and 35 then have a risk of death during a car accident by 20% higher than a person of normal weight. As for the driver with a BMI of 40 and above the value at risk of death during a car accident by 80%.

The research was based on data from a car accident during the period from 1996 to 2008. The main reason why obesity is more dangerous for car accidents because obese people tend to have health problems such as cardiovascular disease can increase the risk of driver death during a car accident.

 In addition, changes in car design may be necessarily to better protect obese drivers in car crashes, the researchers said. One study found obese drivers traveled farther in their seats before their seat belts engaged in the pelvis area during a crash compared to normal-weight drivers. The delay in seat-belt activation was due to more soft tissue in the abdomen that prevents the belt from fitting close to the pelvis, the researchers said. While the legs and abdomen traveled father from the seat in obese people compared to normal- weight individuals, the upper body was held back, the researchers said. (source: www.livescience.com)

From the results of research on the effects of exposure to obesity to the driver fatality risk level in a car accident then we can draw a logical correlation "fasting able to reduce the possible risk of driver death in motor vehicle accidents."

Conclusions on the further strengthening of Islam as a religion that is always grounded in the fundamental truths conveyed by divine revelation by our master Prophet Muhammad.

Penggunaan Fly Ash sebagai Bahan Geopolimer

Penggunaan Fly Ash sebagai Bahan Geopolimer

 Geopolimer merupakan polimer anorganik berasal dari sintesis senyawa alumino-silikat yang diaktifasi oleh larutan alkalin kuat (Nicholson, 2005). Proses sintesis geopolimer dikenal dengan istilah geopolimerisasi. Reaksi geopolimerisasi adalah eksotermis , berlangsung pada tekanan 1 Atm, dan pada temperatur rendah (dibawah 100 0c) (Panias, 2006). Pada dasarnya struktur geopolimer hampir sama dengan zeolit, keduanya mengandung kerangka Si-O-Al. Namun, terdapat perbedaan utama yang membedakan struktur zeolit dan geopolimer yaitu geopolimer cenderung amorf. Geopolimer sebagai material yang relative baru sangat potensial untuk menggantikan semen Portland terutama dalam aplikasinya sebagai bahan dasar pembuatan beton.

Geopolimer sebagai material yang relatif baru sangat potensial untuk menggantikan semen portland terutama dalam aplikasinya sebagai bahan dasar pembuatan beton. Hal ini dikarenakan geopolimer memiliki mechanical properties yang bagus yaitu memiliki kuat tekan tinggi (lebih dari 100 Mpa), tahan terhadap panas (lebih dari 1400 C) dan tidak meleleh serta ramah lingkungan (Xu and van Deventer, 2002). Geopolimer dapat disintesis dari bahan baku Fly ash, berasal dari abu pembakaran batu bara.

Penelitian tentang pemanfaatan fly ash sebagai starting material dari geoplimer telah banyak dilakukan. Diantaranya dengan menggunakan fly ash dari PLTU dari PT Semen Gresik yang dilakukan oleh Arik Alfiah, S.Si. Hasil sintesis geopolimer dengan menggunakan fly ash dari PLTU PT Semen Gresik dapat menghasilkan kuat tekan hingga 106,69 MPa.

Dari hasil penelitian ini memberikan alternatif lain bagi kita untuk menghasilkan bahan beton dengan bahan yang relatif murah dan ramah lingkungan.

(ditulis kembali dari :SINTESIS DAN KARAKTERISASI GEOPOLIMER DARI ABU LAYANG PT  SEMEN GRESIK, Arik Alfiah, S.Si.)

Utilization of Fly Ash as Polypropylene Filler

Utilization of Fly Ash as Polypropylene Filler

 Fly ash is the finally mineral residue resulting from the combustion of the char coal in electric generating plant. Fly ash consists of inorganic matters in the coal that has been fused during coal combustion. Fly ash generally consists of SiO2, Al2O3, SO3, CaO and other mineral. Fly ash particle generally are spherical in shape. Fly ash particles also have 10 - 20μm in size. Fly ash can dissolve in water so being problem for environment. Fly ash also can being problem for human health such as irritating eyes, skin, nose and inhalation and cancer (MSDS, 2005).

At this moment, some reseacher examine how fly ash become usefull for human. One of that research, made fly ash as the material filler of polypropylene. Fly ash make polypropylene more strenght than pure polypropylen as the result. It is signed that polypropylene modified by fly ash filler with 0.15% w/w in plypropylen at composition can improve their ultimate tensile strenght 12.8% higher than the pure polypropylene. Polypropylene Modificated by adding fly ash filler in, are not change its chemical resistance.

This research is being a new era for human equipment industry. You can imagine in your mind how if human equipment that is made by mineral or iron can be replaced by polymer material. It will be light in weight and also made our life easier.

Penggunaan Fly Ash sebagai Filler Polipropilen


Penggunaan Fly Ash sebagai Filler Polipropilen

Fly ash merupakan abu ringan yang dihasilkan dari pembakaran batubara. Ukuran partikel fly ash berkisar antara 10 - 20μm dengan bentuk partikel sperti bola. Fly ash mengandung mineral SiO2 amorf, SiO2 kristalin, Al2O3, CaO, TiO2, Fe2O3 dan MgO. Komposisi fly ash sangat tergantung pada jenis batubara dan sistem pembakaran batubara tersebut. Sifat fly ash yang ringan menyebabkan beberapa permasalahan lingkungan khususnya bagi kesehatan penduduk di sekitar industri yang menggunakan bahan bakar batubara. Permasalahan kesehatan yang diakibatkan oleh fly ash adalah iritasi pada mata, iritasi pada kulit, iritasi pada membran mucuous, penyakit pada organ pernafasan seperti pada paru-paru dan penyakit kanker. Sifat fly ash yang dapat larut di dalam air menyebabkan oksida logam yang terkandung di dalamnya tersebar dalam lingkungan sehingga fly ash menjadi polutan bagi lingkungan (MSDS, 2005).

Dewasa ini sering digalakkan penelitian untuk pemanfaatan fly ash. Diantaranya dengan memanfaatkan fly ash sebagai material filler dalam polipropilen. Material filler merupakan material yang digunakan untuk bahan pengisi rongga kosong dalam polipropilen. Penggunaan material filler memberikan efek terhadap sifat mekanik, ketahanan terhadap bahan kimia dan bahkan konduktivitas dari polipropilen.

 Penggunaan fly ash sebagai material filler ditritmen terlebih dulu dengan bahan silana. Bahan silana berfungsi sebagai konektor antara polipropilen dan fly ash (coupling agent).Sehingga fly ash dapat lebih compatible dengan polipropilen.

 Polipropilen yang dimodivikasi dengan fly ash mengalami perkembangan sifat mekanik dan ketahanan terhadap bahan kimia. Pada kadar 0.15 % b/b fly ash dalam polipropilen dapat menaikkan nilai ultimate tensile strenght dari polipropilen sebesar 12.81% terhadap polipropilen tanpa fly ash serta sifat ketahanan terhadap bahan kimia yang tidak mengalami banyak perubahan (Salam, 2009).

 Hasil penelitian ini sangat bermanfaat bagi kehidupan kita. Penelitian ini merupakan awal kemajuan teknologi dan science untuk menggantikan peralatan yang terbuat dari baja atau logam yang berat dengan peralatan yang terbuat dari bahan polimer yang tentunya akan lebih ringan beratnya

DEMOCRACY IS GAMBLING

DEMOCRACY IS GAMBLING

Democracy is a system of government that heralded as a modern governance system and the best one today. The system of government is basically putting all the decisions based on the will of the people who intended to make dreams of the people most. Each of the people without any exception background have equal rights in determining the direction of government policy.

This system offers a cursory ° Based justice system. Yes, just as all people without exception have the same right to fulfill his wish. But it was the principle of justice is what backfired for the government taking this democratic system. All of a policy decision to be a kind of gambling because the end decided by voting. Any means taken to achieve the most votes. Start of ways that the legal approaches to socialization and exposure to media up on the way - illegal means such as bribery, coercion and practice and other corruption practices.

Once the decision is taken, there is always a party - a neglected minority party. Finally the aspiring our opinion in public places were taken (demonstration). Ranging from speeches, to the action - any action taken anarchist. The point there is no word in any decision ENDS policies adopted by a vote that is rooted in the democratic system. So the word democracy is Democracy is gambling.



Since the democratic system is also similar to gambling, the results of any measures and rules taken also as a gamble. The result could be good or could be bad depending on who is likely to choose and support the policy. At stake is the future of a village, a district / city, a province and even the country. So who is taking advantage of the implementation of this system, those in power and rich one is. They freely profit from this bet. Why, because the role of the They could be double that as a player and also as the bookies.

The last word : IS IT APPROPRIATE DEMOCRATIC SYSTEM STILL BEEN MAINTAINED?