Showing posts with label IPTEK; kesehatan. Show all posts
Showing posts with label IPTEK; kesehatan. Show all posts

Tuesday, 25 March 2014

Ayo Berhenti Merokok dan Rasakan Manfaatnya pada Kesehatan Mental Anda

Ayo Berhenti Merokok
dan
Rasakan Manfaatnya pada Kesehatan Mental Anda


Tulisan ini bersumber pada artikel ilmiah “Quitting Smoking May Bring Mental Health Benefits” yang ditulis oleh Rachael Rettner , Writer Senior dalam website www.livescience.com pada 13 Februari 2014. Semoga tulisan ini bisa menjadi motivasi bagi para perokok untuk hidup yang lebih baik dan sehat dengan berhenti merokok.    

Berhenti merokok diketahui memiliki manfaat bagi kesehatan fisik , termasuk penurunan risiko kanker dan penyakit jantung , tapi studi baru menunjukkan bahwa berhenti merokok juga dapat meningkatkan kesehatan mental. Dalam studi tersebut , peneliti meninjau informasi dari 26 studi sebelumnya , dan menemukan bahwa orang yang berhenti merokok mengalami penurunan dalam perasaan depresi, kecemasan dan stres serta peningkatan suasana hati dan kualitas hidup yang positif setelah mereka berhenti, dibandingkan dengan mereka yang terus merokok . Temuan ini juga berlaku untuk orang-orang dalam populasi umum serta orang-orang dengan gangguan kesehatan mental.

Temuan ini bertentangan dengan asumsi luas bahwa merokok adalah baik untuk kesehatan mental : banyak perokok terus merokok karena mereka merasa bahwa kebiasaan meredakan perasaan depresi , kecemasan dan stres , dan membantu mereka rileks. Akan tetapi studi ini tidak dapat membuktikan hubungan sebab -akibat antara berhenti merokok dan peningkatan kesehatan mental. Menurut para peneliti  kesehatan mental akan mulai tampak membaik setelah enam minggu berhenti merokok.

Thursday, 20 March 2014

Mencegah Pengaruh Buruk TV dan Penggunaan Gadget oleh Anak

Mencegah Pengaruh Buruk TV dan Penggunaan Gadget oleh Anak




Sebagai orang tua kita sering dengan sengaja maupun tidak, membiarkan anak – anak kita memanfaatkan fasilitas – fasilitas hiburan atau game seperti TV ataupun gadget elektronik lainnya. Mungkin awalnya kita hanya bertujuan untuk mengenalkan pada anak – anak kita tentang teknologi canggih saat ini. Namun tanpa kita sadari jika penggunaan atau pemanfaatan TV atau gadget elektronik lainnya memberikan dampak negative bagi anak kita. Sebagaimana dipaparkan dalam sebuah artikel ilmiah “Kids' Electronic Media Use Linked with Poorer Well-Being” oleh Rachael Rettner, Senior Writer dari situs www.livescience.com edisi 17 Maret 2014.



Dalam artikel ini digambarkan jika jumlah waktu anak-anak menghabiskan menonton TV atau bermain i kesejahteraan mereka pada anak usia dini , termasuk faktor-faktor kesehatan mental seperti resiko mereka untuk masalah emosional , sebuah studi baru dari Eropa menunjukkan, untuk anak perempuan dalam penelitian ini, setiap jam tambahan dihabiskan bermain game elektronik atau menggunakan komputer pada hari kerja pada usia 4 tahun dikaitkan dengan peningkatan dua kali lipat dalam risiko masalah emosional pada usia 6 tahun. Sedangkan untuk kedua anak laki-laki dan perempuan, setiap jam tambahan menonton TV pada hari kerja dikaitkan dengan peningkatan risiko keluarga miskin dikarenakan anak anak akan cnderung tidak bergaul dengan baik dengan orang tua. 

          Namun, studi ini tidak melihat apakah orang tua menonton TV dengan anak-anak mereka , dan tidak mempertimbangkan isi dari TV dan permainan elektronik anak-anak bermain , yang semuanya bisa mempengaruhi hasil.

Para ahli mengatakan bahwa pemantauan orangtua media penggunaan anak-anak dapat membantu mengurangi beberapa hasil yang merugikan dilihat dalam hal ini dan penelitian lain , kata Dr Daniel Coury , spesialis perilaku di Rumah Sakit Anak Nationwide, yang tidak terlibat dalam penelitian ini ."Orang tua harus terlibat dengan pemantauan media bahwa anak-anak mereka menonton" kata Coury . Misalnya, jika anak-anak diijinkan untuk menonton TV , orang tua harus mencoba untuk menonton dengan mereka sehingga mereka dapat menempatkan menunjukkan dalam konteks dan pastikan konten yang sesuai untuk usia anak, kata Coury .

Selain itu, American Academy of Pediatrics merekomendasikan anak-anak membatasi waktu layar (jam dihabiskan di depan TV , komputer atau layar lainnya untuk tujuan rekreasi) tidak lebih dari dua jam per hari . (Dan TV tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 2 .)

Sebuah studi kedua yang diterbitkan dalam jurnal yang sama menunjukkan bahwa pemantauan orang tua dari penggunaan media anak mereka dapat membantu mengurangi risiko obesitas sehingga sering dikaitkan dengan kegiatan seperti menonton TV .

Oleh karena itu dari uraian diatas kita sebagai orang tua tetap wajib mengatur  lama waktu penggunaan gadget elektronik oleh anak – anak kita. Hal ini untuk tetap memberikan porsi aktivitas fisik anak dan proses sosialisasi anak dengan teman sebayanya  maupun lingkungan sekitarnya. Selain itu kita juga harus selalu memantau dan mendampingi anak – anak kita saat mereka memanfaatkan gadget – gadget elektronik. Hal ini agar proses pendidikan dan pendampingan orang tua terhadap anak tetap terlaksana dengan baik. Sehingga sebagai hasil akhir kita tetap memberikan hal terbaik bagi anak kita.








Wednesday, 19 March 2014

Alasan Ilmiah Rasulullah Tidak pernah menyarankan wanita untuk Ber KB

Alasan Ilmiah
Rasulullah Tidak pernah menyarankan wanita untuk Ber KB

Rasulullah selama mendakwahkan Islam kepada seluruh umat manusia tidak pernah menganjurkan bagi manusia agar membatasi jumlah kelahiran atau jumlah anak. Bahkan Rasulullah mengisyarakat jika beliau sangat berbangga jika jumlah muslim yang besar, salah satunya melalui jalan keturunan. Sebagaimana hadist Rasul berikut
 “Nikahilah oleh kalian wanita yang pencinta dan subur, karena aku akan berbangga dengan banyaknya kalian kepada umat-umat yang lain.” (HR Abu Dawud: 2052, dishahihkan Al Albany dalam Jami As-Shahih: 5251)

Dalam Islam, anak adalah karunia yang dianugerahkan ALLAH SWT kepada hambaNYa. Karena kehadiran mereka dalam suatu keluarga adalah nikmat. Anak dapat berperan sebagai pengikat yang kuat bagi sebuah mahligai pernikahan. Bahkan seorang anak akan menjadi jalan bagi orang tuanya mencapai kebahagiaan dunia (kecukupan rizki di dunia) dan kebahagiaan akherat (masuk surga). Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sungguh seorang manusia akan ditinggikan derajatnya di surga (kelak), maka dia bertanya: Bagaimana aku bisa mencapai semua ini? Maka dikatakan padanya: (Ini semua) disebabkan istigfar (permohonan ampun kepada Allah yang selalu diucapkan oleh) anakmu untukmu.” (Kitab al-Maudhuuaat (2/281), al-’Ilal mutanaahiyah (2/636) keduanya tulisan imam Ibnul Jauzi, dan Silsilatul Ahaaditsidh Dha’iifah” (no. 3580). Karena menurut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Jika seorang anak Adam mati, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang berdoa untuknya.” (HR Muslim).

            Allah pun berfirman dalam AlQuran “Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka.” (QS. Al An’am [6]: 151). Oleh karena itu tidak ada alasan lagi bagi kita untuk takut atau menunda – nunda mempunyai anak. Karena selama kita bias mendidik anak kita sehingga menjadi anak yang sholeh dan sholehah maka sesungguhnya hal itu adala anugerah ALLAH SWT yang sangat besar.

Namun di Zaman modern ini banyak sekali tuntunan pemerintah dan Zaman yang sudah menyalahi ajaran Islam namun dipaksakan dengan berbagai  alasan duniawi yang belum tentu telah dikaji secara mendalam dan ilmiah mengenai dampaknya bagi manusia. Salah satunya Penggalakan Program KB. Yakni program pembatasan jumlah anak atau kelahiran seorang anak yang dibatasi hingga anak ke – 2 (dua).

Padahal secara fakta ilmiah terkini disampaikan jika semakin banyak anak yang dilahirkan oleh seorang Ibu maka hal itu akan mengurangi resiko kanker bagi ibu. Sebagaimana disampaikan Rachael Rettner dalam artikel ilmiah “Women who give birth to 10 or more children may have a reduced risk of cancer, a new study from Finland suggests “ yang dimuat dalam situs www.livescience.com pada 7 Maret 2014.

Dalam penelitian tersebut dipaparkan jika wanita yang melahirkan bayi lebih dari 10 kali maka akan memiliki penurunan resiko untuk mengidap kanker terutama berasal dari tingkat penurunan kanker payudara dan kanker ginekologi termasuk ovarium dan kanker endometrium (kanker pada lapisan rahim). Hal ini karena Ini mungkin karena proses kehamilan menghentikan siklus menstruasi sehingga sel-sel payudara pada wanita yang memiliki banyak kehamilan menjadi sangat kurang terpapar hormon estrogen. Menurut American Cancer Society, paparan estrogen diduga meningkatkan risiko kanker payudara. Dilain sisi saat proses kehamilan juga terjadi penghentian ovulasi dan perubahan siklus hormon penyebab ovulasi, hal ini mungkin juga memainkan peran dalam mengurangi risiko kanker ovarium dan endometrium.

Dari uraian tersebut semakin mantaplah keimanan kita pada Islam. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam setiap dakwahnya selalu berdasarkan wahyu Ilahi yang dapat dipastikan dan diyakini kebenarannya.

Thursday, 14 November 2013

GETTING MARRIED, MAKE YOU HEALTHY

                              GETTING MARRIED, MAKE YOU HEALTHY



Getting married is a linkage relationship between two people with different sex and non-muhrim individuals empowered by religion. Marriage is not uncommon things and new things among people. But how the relation among marriage to a person's health, recently the subject of a new study published in the European Journal of Preventive Cardiology on 31 January 2013 and has also described in the article "Single Adults Have Greater Risk Attack" by Tanya Lewis, LiveScience Staff Writer.


In the study presented if a man who chose to live single has a possible risk of heart disease 58 to 66 percent higher than married men. Likewise, for a single woman who would have the possibility of heart disease risk of 60 to 65 percent higher than married women. Single men and women are also more likely to die within 28 days of suffering a cardiac event. Men who are not married have a mortality risk of 60-168 persen/28 day higher than married men, married women do not have the risk of mortality persen/28 71-175 days higher than married women.


This phenomenon is due to the men and women who marry tend to have healthier lifestyles than men and women who live single. Marital life, allows one partner to another and maintain the health of their partners remind each other. This research was conducted to the exclusion factor unhappy marriages (unhappy married).


These results remind us how the Prophet Muhammad SAW to spread Islam very anthusiastic in rocommending the Islam community that has entered the age of legal age and have the ability, it is recommended to get married. If do not have the ability, he advised his people to fast. This solution become reasonable for now because fasting is the most powerful method of health to maintain a healthy body as well as the clarity of his mind. As stated in the hadith Rasul (Prophet Said) :

From Abdullah Ibn Mas'ud Radliyallaahu 'anhu said: The Messenger Muhammad Shallallaahu' alaihi wa sallam said to us: " young people, whoever among you has ability to built a family, please get married, because he can lower his gaze and maintain genitalia. Whoever has not been able should fast, because it can control you.


In fact, because it is so important to a marriage - until he threatened any of his people who deliberately do not get married, then they are not the Prophet Muhammad ummah. It was stated as the following hadith


From Anas Ibn Malik Radliyallaahu 'anhu that the Prophet Muhammad Shallallaahu’alaihi wa sallam after praising Allah and lauding Him, said : But I pray, sleep, fasting, iftar, and married women. Whoever hates Sunnah, it does not include my ummah.


The important conclusion for us is really any teaching delivered by the Prophet Muhammad SAW is a good way of life for his people (ummah) to achieve happiness in the world and the hereafter. Because Islam is a religion that best suits our nature as human beings.

FASTING TO WORSHIP minimize the possibility RISK OF DEATH DRIVER ON CAR ACCIDENT

FASTING TO WORSHIP minimize the possibility RISK OF DEATH DRIVER ON CAR ACCIDENT

The development technology is very influential on the human lifestyle. Human behavior is especially striking affected by these developments one of which is human eating behavior. Due to the demands of the times and technological advances that require us to always hunt with the time at work. Busyness is not directly change our eating habits become irregular and less attention to the composition of our diet.

Changes in eating behavior is causing our health impaired. Many medical problems that we suffer because of poor diet this. Starting from ulcer disease until one disease is a scourge for everyone that is Obesity.

WHO Obesity is defined as abnormal or excessive fat accumulation that pose health risks to the human body. Obesity or overweight is a precursor to the development of various diseases in the human body such as coronary heart disease, type 2 diabetes, cancer, hypertension, high cholesterol, liver, asthma, and gynecological problems.

How to solve this obesity problem? In the religion of Islam these problems have been anticipated since the 15th century. Namely through FASTING. Fasting is an act that deliberately not eating and drinking from dawn until sunset. How is the relationship between fasting and obesity? Our bodies need energy to do activities. In the non-fasting conditions, energy intake derived from our process of body metabolism to nutritional foods we eat. Meanwhile, when we fast we do not derive energy from food intake, but energy is obtained from a chemical reaction process by outlining the pile up of sugar and fat is converted into energy. Therefore, fasting can reduce fatty deposits in the body. Then the conclusion of fasting, the risk of obesity can be prevented.

How does the discussion of the correlation of fasting and obesity on the risk of death in a car accident?

Recent studies revealed that obesity can increase the risk of dying in a car accident.
In these studies the value drivers of obesity body mass index (BMI) between 30 and 35 then have a risk of death during a car accident by 20% higher than a person of normal weight. As for the driver with a BMI of 40 and above the value at risk of death during a car accident by 80%.

The research was based on data from a car accident during the period from 1996 to 2008. The main reason why obesity is more dangerous for car accidents because obese people tend to have health problems such as cardiovascular disease can increase the risk of driver death during a car accident.

 In addition, changes in car design may be necessarily to better protect obese drivers in car crashes, the researchers said. One study found obese drivers traveled farther in their seats before their seat belts engaged in the pelvis area during a crash compared to normal-weight drivers. The delay in seat-belt activation was due to more soft tissue in the abdomen that prevents the belt from fitting close to the pelvis, the researchers said. While the legs and abdomen traveled father from the seat in obese people compared to normal- weight individuals, the upper body was held back, the researchers said. (source: www.livescience.com)

From the results of research on the effects of exposure to obesity to the driver fatality risk level in a car accident then we can draw a logical correlation "fasting able to reduce the possible risk of driver death in motor vehicle accidents."

Conclusions on the further strengthening of Islam as a religion that is always grounded in the fundamental truths conveyed by divine revelation by our master Prophet Muhammad.

Monday, 21 October 2013

MENGKONSUMSI IKAN LAUT DAPAT MENGURANGI RISIKO KANKER PAYUDARA

MENGKONSUMSI IKAN LAUT DAPAT MENGURANGI RISIKO KANKER PAYUDARA

Ikan laut merupakan salah satu hewan yang distimewakan oleh Allah SWT untuk kita hambanya. Ikan laut merupakan salah satu binatang yang dihalalkan dikonsumsi oleh manusia baik dalam keadaan hidup maupun dalam keadaan mati (bangkainya) selain binatang belalang. Sebagaimana tercantum dalam alQur’an:
 حل لكم صيد البحر وطعامه
Artinya : Dihalalkan bagimu perburuan laut dan makanannya (Q.S. al-Baqarah : 96)
Serta hadist Rasulullah “Air laut adalah suci dan halal bangkainya.” (HR. Al-Tarmidzi, dia berkata,:Hadits Shahih”), dalam hadist Rasulullah lain juga disebutkan: Dari Ibnu Umar r.a., beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Dihalalkan bagi kita dua bangkai dan dua darah. Adapun dua bangkai itu adalah belalang dan ikan dan dua darah adalah hati dan limpa. (Dikeluarkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah. Dan dalam sanadnya ada kelemahan.)
Penghalalan terhadap bangkai ikan untuk dikonsumsi oleh manusia ini tentunya memiliki hikmah dan manfaat bagi kesehatan manusia. Sebagaimana disebutkan dalam salah satu penelitian ilmiah yang dipublikasikan dalam the British Medical Journal (Original article on LiveScience.com), bahwa wanita yang mengkonsumsi lebih banyak asam lemak omega-3 dengan mengkonsumsi ikan laut maka akan mempunyai risiko lebih rendah mengalami kanker payudara. 

 
struktur kimia omega - 3  pada ikan
Para peneliti di China menganalisis hasil dari 26 studi internasional yang melibatkan hampir 900.000 perempuan, termasuk 20.000 yang menderita kanker payudara . Para ilmuwan menemukan bahwa wanita yang telah dikonsumsi tingkat tertinggi omega - 3 asam lemak dari ikan beresiko 14 persen lebih rendah untuk menderita kanker payudara , dibandingkan dengan mereka yang makan sedikit. Hasil penelitian juga menunjukkan apa yang peneliti sebut hubungan dosis-respons : setiap kenaikan 0,1 gram omega - 3 per hari dikaitkan dengan risiko 5 ​​persen lebih rendah mengalami kanker payudara . Sebagai perbandingan , satu porsi ikan berminyak seperti salmon mengandung sekitar 4 gram omega- 3 asam lemak . Ikan berminyak adalah mereka yang memiliki konsentrasi tinggi omega-3.
sajian ikan tuna
Sajian Ikan Tuna

 Namun hal ini berbeda apabila kita mengkonsumsi jenis omega - 3 yang ditemukan dalam tanaman, bagaimanapun tampaknya tidak mengurangi risiko menderita kanker payudara. Hasil penelitian ini sungguh meyakinkan kita jika semua yang disampaikan oleh Rasulullah 1500 tahun yang lalu kepada kita ummatnya semata – mata adalah kebenaran serta memberikan kebaikan dan manfaat bagi siapa saja yang menjalankannya.



Tuesday, 5 February 2013

ISLAM FOR BETTER LIFE (SERI 3)


PENTINGNYA OLAHRAGA DALAM PANDANGAN ISLAM

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat. Kehidupan manusia semakin menjadi lebih mudah dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadikan aktivitas kehidupan manusia menjadi lebih cepat dan semakin meningkatkan tingkat persaingan kerja antar sesamanya. Hal ini tidak jarang menimbulkan tingkat stress dan penat yang tinggi dalam diri manusia. 

Fenomena lain yang terjadi, seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini maka perkembangan dunia hiburan juga berkembang dengan pesatnya. Hiburan merupakan hal yang dibutuhkan oleh menusia sebagai media refreshing guna menurunkan tingkat stress dan penat setelah beraktivitas. Namun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang hiburan sering kali menyebabkan gaya hidup yang tidak sehat seperti berleha – leha dan bermalas – malasan sehingga melupakan aktivitas olahraga bahkan aktivitas keagamaan. Utamanya perkembangan dunia hiburan yang didukung oleh media tayang elektronik seperti hiburan TV dan yang sejenisnya.

Terkait dengan hiburan TV dan sejenisnya, penelitian terkini yang dipublikasikan dalam artikel “Too Much TV May Lower Sperm Count” yang ditulis oleh Rachael Rettner, MyHealthNewsDaily Staff Writer (www.livescience.com) berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam journal  the British Journal of Sports Medicine tanggal 4 Pebruari 2013 memaparkan jika aktivitas menonton acara televisi (TV) dapat mempengaruhi jumlah sel sperma manusia.

Penelitian ini mengungkapkan jika selama studi yang melibatkan 189 pria sehat berumur 18 – 22 tahun diperoleh bahwa pria yang menonton TV selama 20 jam atau lebih dalam seminggu memiliki jumlah sperma yang 44 persen lebih rendah dibandingkan pria yang tidak menonton televisi. Hal ini karena pria yang lebih banyak menonton TV cenderung memiliki gaya hidup yang lebih pasif dibandingkan pria yang tidak menonton TV. Sehingga pria yang lebih suka menonton TV cenderung lebih sedikit menghabiskan waktunya untuk melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Padahal secara penelitian klinis dipaparkan jika kegiatan fisik semacam olahraga dapat meningkatkan kualitas sperma pria. Penelitian ini dilakukan oleh para ahli setelah memperhitungkan faktor lain yang dapat mempengaruhi jumlah sperma, seperti merokok, indeks massa tubuh (BMI) dan asupan kalori.

Hasil penelitian tersebut pada akhirnya juga menjadikan kejadian saat ini seperti sulitnya seorang pria memberikan keturunan bagi keluarganya menjadi sangat reasonable. Karena jumlah sel sperma yang menurun menyebabkan kemungkinan sel sperma untuk membuahi sel telur pasangannya juga menjadi sangat rendah. Sehingga hasil penelitian ini seharusnya bisa memberikan pengetahuan baru bagi kita semua.

Terkait ulasan ini, sebenarnya agama Islam telah mengantisipasi kejadian ini semua jauh lebih dari 1500 tahun sebelum penelitian ini dilakukan. Rasulullah SAW telah memerintahkan umat Islam untuk selalu giat melakukan aktivitas fisik dan berolahraga untuk kesehatan umatnya. Bahkan Beliau sangat menganjurkan ummatnya untuk aktif mengikuti perlombaan – perlombaan olahraga yang sportif dan tidak mengandung unsur judi. Hal tersebut sebagaimana diriwayatkan dalam hadist Rasul berikut

عَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ( سَابَقَ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم بِالْخَيْلِ اَلَّتِي قَدْ أُضْمِرَتْ, مِنْ الْحَفْيَاءِ, وَكَانَ أَمَدُهَا ثَنِيَّةِ اَلْوَدَاعِ. وَسَابَقَ بَيْنَ اَلْخَيْلِ اَلَّتِي لَمْ تُضَمَّرْ مِنْ اَلثَّنِيَّةِ إِلَى مَسْجِد ٍ بَنِي زُرَيْقٍ, وَكَانَ اِبْنُ عُمَرَ فِيمَنْ سَابَقَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ زَادَ اَلْبُخَارِيُّ, قَالَ سُفْيَانُ: مِنْ الْحَفْيَاءِ إِلَى ثَنِيَّةِ اَلْوَدَاعُ خَمْسَةِ أَمْيَالٍ, أَوْ سِتَّةَ, وَمِنْ اَلثَّنِيَّةِ إِلَى مَسْجِدِ بَنِي زُرَيْقٍ مِيل ٍ
 Yang artinya : Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah mengikuti lomba kuda yang dikempiskan dari Hafaya' dan berakhir di Tsaniyyatul Wada', dan mengikuti lomba kuda yang tidak dikempiskan perutnya dari Tsaniiyah hingga Banu Zuraiq, dan Ibnu Umar adalah termasuk orang yang ikut berlomba. Muttafaq Alaihi. Bukhari menambahkan: Sufyan berkata: Jarak antara Hafaya' dan Tsaniyyatul Wada' ialah lima atau enam mil dan dari Tsaniyyah hingga masjid Banu Zuraiq adalah satu mil.


وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا سَبْقَ إِلَّا فِي خُفٍّ, أَوْ نَصْلٍ, أَوْ حَافِرٍ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَالثَّلَاثَةَ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّان َ
Yang artinya : Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak ada perlombaan kecuali untuk unta, panah, atau kuda." Riwayat Ahmad dan Imam Tiga. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.


وَعَنْ عَقَبَةِ بْنُ عَامِرٍ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتَ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ عَلَى اَلْمِنْبَرِ يَقْرَأ : وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اِسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ أَلَا إِنَّ اَلْقُوَّةَ اَلرَّمْيُ, أَلَا إِنَّ اَلْقُوَّةَ اَلرَّمْيُ, أَلَا إِنَّ اَلْقُوَّةَ اَلرَّمْيُ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ  
Yang artinya : Uqbah Ibnu Amir Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam di atas mimbar membaca (artinya = Dan siapkanlah kekuatan dan pasukan berkuda untuk menghadapi mereka sekuat tenagamu-ayat, ingatlah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ingat bahwa kekuatan itu adalah memanah." Riwayat Muslim.

Hadist – hadist nabi tersebut sekali lagi menempatkan agama Islam sebagai agama yang benar. Ajarannya sangat sesuai diterapkan disepanjang jaman, bahkan di era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat seperti sekarang ini bahkan untuk perkembangan masa depan. Semoga melalui ulasan ini, kita sebagai kaum muslim semakin bisa meningkatkan kadar dan kualitas iman dan cinta kita kepada Allah SWT serta rasulNya Muhammad SAW.

Friday, 1 February 2013

ISLAM FOR BETTER LIFE (SERI 2)

MARRIED MAKE YOU HEALTHY

Menikah adalah pertalian hubungan antara dua orang dengan beda jenis kelamin dan bukan muhrimnya yang disahkan secara agama. Pernikahan bukan hal aneh dan hal baru dikalangan masyarakat. Akan tetapi bagaimana hubungan pernikahan dengan kesehatan seseorang, baru – baru ini menjadi topik penelitian baru yang dipublikasikan dalam the European Journal of Preventive Cardiology pada 31 januari 2013 lalu dan juga diuraikan dalam artikel “ Single Adults Have Greater Attack Risk” oleh Tanya Lewis, LiveScience Staff Writer.

Dalam penelitian tersebut dipaparkan jika seorang pria yang memilih hidup melajang memiliki kemungkinan resiko mengidap penyakit jantung 58 hingga 66 persen lebih tinggi dibandingkan pria yang menikah. Begitupula bagi seorang wanita yang melajang akan memiliki kemungkinan resiko mengidap penyakit jantung 60 hingga 65 persen lebih tinggi dibandingkan wanita yang menikah. Pria dan wanita lajang juga lebih mungkin untuk meninggal dalam waktu 28 hari penderitaan peristiwa jantung. Laki-laki yang belum menikah memiliki resiko angka kematian sebesar 60-168 persen/28 hari lebih tinggi daripada pria menikah, perempuan yang tidak menikah memiliki resiko angka kematian 71-175 persen/28 hari lebih tinggi daripada perempuan menikah.

Fenomena ini dikarenakan pria dan wanita yang menikah cenderung memiliki gaya hidup sehat dibandingkan pria dan wanita yang hidup melajang. Kehidupan dalam ikatan pernikahan memungkinkan seseorang dan pasangannya untuk saling mengingatkan dan menjaga kesehatan pasangannya satu sama lain. Penelitian ini dilakukan dengan mengesampingkan faktor pernikahan yang tidak bahagia (unhappy married).

Hasil penelitian ini mengingatkan kita bagaimana Rasulullah SAW dalam menyebarkan agama Islam sangat gencar dalam menganjurkan ummat yang telah memasuki usia baligh dan memiliki kemampuan, dianjurkan untuk segera menikah. Kalaupun belum memiliki kemampuan, Beliau menganjurkan ummatnya untuk berpuasa. Hal tersebut merupakan jalan keluar yang sangan reasonable untuk saat ini karena puasa merupakan metode kesehatan yang paling ampuh untuk menjaga kesehatan tubuh manusia disamping kejernihan batinnya. Sebagaimana tertuang dalam hadist rasul 

عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ لَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ , فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْه
(dari Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu." Muttafaq Alaihi.) 
 ِ
Bahkan karena begitu pentingnya sebuah pernikahan sampai – sampai beliau mengancam setiap umatnya yang dengan sengaja tidak menikah, maka mereka bukan termasuk umat Rasulullah. Hal itu tertuang sebagaimana hadist rasul berikut
وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم حَمِدَ اَللَّهَ , وَأَثْنَى عَلَيْهِ , وَقَالَ : لَكِنِّي أَنَا أُصَلِّي وَأَنَامُ , وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ , وَأَتَزَوَّجُ اَلنِّسَاءَ , فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
(dari Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam setelah memuji Allah dan menyanjung-Nya bersabda: "Tetapi aku sholat, tidur, berpuasa, berbuka, dan mengawini perempuan. Barangsiapa membenci sunnahku, ia tidak termasuk ummatku." Muttafaq Alaihi.)

Kesimpulannya penting bagi kita adalah sungguh setiap ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah SAW merupakan pedoman hidup yang baik bagi ummatnya untuk mencapai kabahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat. Karena agama Islam merupakan ajaran agama yang paling sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia. Serta ajaran Islam sangat reasonable secara scientific dibandingkan ajaran agama lain meskipun Ilmu Pengetahuan masih terlalu muda untuk agama Islam.