Friday, 11 October 2013

SAMPANG PUNYA RUJAK ‘THE CITY OF RUJAK”

SAMPANG PUNYA RUJAK
‘THE CITY OF RUJAK”

Rujak, menu makanan yang satu ini hampir selalu ada di setiap wilayah Indonesia khususnya di wilayah Jawa Timur. Rujak merupakan menu makanan yang tersusun dari lontong, sayuran (kacang panjang/kankung/rumput laut) dan buah – buahan (timun/kedondong/nanas/apel/pepaya/mangga/bengkuang) yang dipotong kecil – kecil yang disajikan bersama saos kacang. Saos kacang pada rujak meruakan perpaduan rasa manis dari gula dan gurih dari garam dan bahan petis di dalam campurannya. Rasa saos kacangnya pun bisa dimodifikasi menjadi pedas dengan menambahkannya dengan beberapa buah cabe yang dihaluskan bersama saos tersebut. Bagi yang suka rasa yang sedikit asam, saos kacang bisa dicampur dengan tomat. Dalam perkembangannya komposisi rujak juga mengalami modivikasi, ada yang ditambahkan dengan daging cingur misalnya.

                                         gambar. Rujak dengan saos kacang

Di daerah Jawa Timur khususnya di Madura rujak sudah mulai dikombinasikan dengan makanan lain seperti halnya di Kabupaten Sumenep. Di sana rujak disajikan bersamaan dengan soto babat atau biasa disebut “soto rujak”. Di Kabupaten Bangkalan, rujak dikombinasikan dengan penambahan mata sapi yang telah direbus.
Di Kabupaten Sampang (kota dimana penulis berdomisili sekarang) rujak juga disajikan bersama mie sebagai bahan campuran dari sayuran. Dari segi rasa rujak yang sudah dimodivikasi ini tidak kalah menarik dibandingkan rujak pada umumnya. Hanya mungkin bagi yang belum terbiasa menyantap hidangan rujak yang telah dimodivikasi ini akan terasa dan nampak sedikit aneh pada awal mencobanya.

Pada tulisan kali ini, penulis akan lebih memfokuskan pembahasan pada rujak di kabupaten Sampang. Sedikit uraian tentang Kabupaten Sampang adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur tepatnya berada di tengah – tengah kawasan Pulau Madura (Pulau Garam). Kabupaten Sampang merupakan penghasil garam terbesar di Pulau Madura. Bahkan Kabupaten Sampang ini merupakan pemasok garam 25% dari total produksi garam di Indonesia. Kekhasan lainnya, Kabupaten Sampang juga penghasil buah Jambu Air (Klampok) terbesar. Untuk hasil produksi alam lainnya di Kabupaten Sampang hampir sama seperti 3 kabupaten lainnya di Pulau Madura.

Hal unik lainnya dari Kabupaten Sampang namun jarang terpikirkan oleh banyak orang di daerah ini sendiri adalah banyaknya masyarakat di Kabupaten Sampang yang mata pencaharian utama maupun sampingannya adalah berjualan rujak. Dapat dipastikan jika kita berkunjung ke daerah ini maka kita akan sangat mudah menemui penjual rujak.

                                                  gambar. Rujak Dulit

Rujak yang mereka jual pun beraneka ragam macamnya dari rujak konvensional yang belum dimodivikasi sampai pada rujak yang telah mengalami modivikasi sebagaimana telah penulis bahas sebelumnya. Selain rujak dengan saos kacang di daerah ini juga dikenal rujak buah dengan bahan saosnya adalah petis, cabe dan tomat. Masyarakat lokal biasa menyebutnya “Rujak Dulit”.

Bahkan saking banyaknya masyarakat yang berjualan rujak, mereka berjualan rujak hampir  sepanjang hari. Tepat sekali, kita dapat menemui makanan rujak ini di sepanjang waktu baik di pagi hari, siang hari bahkan pada malam hari. Hebatnya dagangan rujak mereka tidak pernah sepi dari pembeli. Sehingga dapat dipastikan masyarakat Kabupaten Sampang adalah maniak rujak.

Oleh karena itu tidak berlebihan jika kiranya penulis memberikan trade mark Kabupaten Sampang sebagai “The City of Rujak, Sampang Punya Rujak”. Karena secara tidak sadar dan faktual Kabupaten Sampang sangat ikonik dengan rujak.

POLITIK KONSPIRASI EKONOMI

POLITIK KONSPIRASI EKONOMI

Ekonomi pada abad ini merupakan ilmu dan media yang mampu mempengaruhi bahkan dapat mengatur seluruh tatanan kehidupan masyarakat baik dibidang politik bahkan pada tataran keyakinan dan kebenaran. Oleh karenanya tidak salah jika Muhammad Rasulullah pada 1,5 abad yang lalu menyerukan kepada umatnya agar menjadikan dirinya sebagai umat yang mempunyai kemapanan dalam harta. Karena menurut Beliau “ umatku yang kaya akan lebih dicintai dari umatku yang miskin (dengan kadar iman yang sama)”. Oleh karena itu beliau menyerukan pula agar umatnya bersungguh – sungguh dalam urusan duniawi seakan – akan hidup di dunia untuk selama – lamanya serta bersungguh – sungguh pula dalam urusan akherat seakan – akan mati esok.

Namun apa yang terjadi saat ini? Umat Islam kebanyakan berada dalam tingkat tatanan ekonomi yang lebih rendah dibandingkan umat non Islam. Sehingga apa yang terjadi adalah umat Islam selalu bisa dipermainkan dalam konspirasi politik mereka. Umat Islam saat ini menjadi sangat mudah dipolitisir kepentingan dan keyakinannya sesuai dengan kepentingan dan keyakinan mereka umat non muslim (Kristen dan Yahudi) yang faktanya saat ini mereka kuat dan menguasai ekonomi dunia.

Upaya – upaya konspirasi mereka dari waktu ke waktu pun menjadi lebih canggih dan tersamarkan. Kalau dulu mereka mengobok – obok keyakinan dan iman saudara – saudara kita yang miskin lewat upaya pembagian sembako dan pengobatan gratis yang didalamnya ada motif pemurtadan. Namun saat ini mereka melalui media – media pemberitaan baik oleh media cetak maupun elektronik secara perlahan tapi pasti mereka mengikis iman kita dan menjauhkan diri kita dari agama.

Bahkan melalui media yang sama mereka mampu menentukan arah politik dan kepentingan negara sesuai dengan kepentingan mereka. Indonesia misalnya, negara ini selalu tidak bisa tuntas menyelesaikan kasus – kasusnya dikarenakan konspirasi mereka yang cukup kuat mencengkram negara kita. Melalui media pemberitaan, mereka mampu mengalihkan perhatian masyarakat dari suatu masalah kepada suatu masalah lain guna melindungi lakon utama kejahatan tersebut terkuak secara gamblang kehadapan publik. Yang notabene lakon utama itu mereka rekrut baik secara langsung maupun tak langsung. 

Kasus korupsi di tubuh SKK MIGAS yang melibatkan pimpinan tertingginya dengan mudah meraka alihkan perhatian masyarakat dengan kasus penembakan misterius terhadap oknum polisi. Sehingga masyarakat harus dengan terpaksa tanpa sadar harus puas dengan hasil penyidikan KPK tanpa harus tau siapa dalang terbesarnya dibalik kasus korupsi di SKK MIGAS.

Kasus yang agak lama adalah tertangkapnya ketua umum Partai Demokrat ‘Anas Urbaningrum’ karena keterlibatannya dalam kasus korupsi hambalang yang kemudian perhatian publik terhadap masalah ini dialihkan dengan kasus penyalah gunaan fasilitas lapas oleh aparat guna disewakan sebagai fasilitas penyalahgunaan narkotika dan seks bebas oleh salah seorang napi gembong narkoba.

Kasus yang lebih lama lagi adalah kasus bencana Lapindo (perusahaan milik Abu Rizal Bakrie Politikus Partai Golkar) di Sidoarjo Jawa Timur yang merampas tanah, rumah beserta harta bahkan nyawa warga di area Porong Sidoarjo. Kasus ini dialihkan dengan merekayasa kasus pembunuhan bos PT. Rajawali oleh Antazari pimpinan KPK pertama yang sampai saat ini kasusnya pun belum kelar.

Bagaimana dengan kasus – kasus yang melibatkan negara lain. Tentu saja dapat dipastikan terdapat konspirasi jahat mereka. Kita lihat saja kasus yang terjadi baru – baru ini yakni persiapan Negara Amerika gembong yahudi yang berniat menyerang negara muslim Syuriah dengan dalil akan melucuti kepemilikan senjata kimia milik barisan muslim serta campur tangan Negara Amerika dan sekutunya dalam penurunan secara paksa Presiden Mursi Pimpinan Negara Mesir oleh pihak militer Mesir yang ujung – ujungnya guna menguatkan legalitas yahudi di Palestina dan Negara Arab. Kasus – kasus tersebut dialihkan dari perhatian publik dengan menyebarkan konspirasi penarikan investasi dolar mereka di berbagai negara sehingga pada akhirnya yang terjadi adalah ketidak stabilan ekonomi atau krisis ekonomi.

Dan upaya ini ternyata sangat ampuh menimbulkan keresahan dan kepanikan dalam masyarakat. Sehingga mereka tidak lagi menyimak dan mengikuti perkembangan krisis politik di negara – negara muslim lainnya. Kita disibukkan untuk memfokuskan daya dan upaya kita guna mengatasi krisis ekonomi yang terjadi saat ini. Kita panik karena harga bahan – bahan kebutuhan hampir semuanya mengalami kenaikan harga. Kita bingung seakan – akan krisis ekonomi yang terjadi akan menjadi akhir dari segalanya.

Namun kita lupa bahwa konspirasi yang mereka lakukan tidak ubahnya sekedar tipu muslihat. Tidak ubahnya seperti permainan sulap. Semakin kita fokus pada permainan mereka maka semakin dalam pula kita larut dalam permainan mereka sehingga semakin mudah bagi mereka mempermainkan kita.

Seharusnya sebagai Umat Islam yang diwarisi Al-Qur’an dan Hadist, semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena sebaik – baiknya pembuat tipu daya adalah Allah SWT dan sebaik – baik pemberi rizki adalah Allah SWT. Kita lupa jika sunnatullah penciptaan alam ini diciptakan secara bepasang – pasangan, dimana siang diciptakan berpasangan dengan malam begitu pula dengan kekayaan maka akan selalu berpasangan dengan kemiskinan. Sehingga secara sunnatullah pihak yang kaya tidak akan bisa bertahan hidup jika tidak ada pihak yang miskin begitun pula sebaliknya. Sehingga sebenarnya masalah krisis ekonomi ini bukanlah masalah utama yang sepenuhnya memerlukan perhatian umat. Karena kenaikan harga – harga barang akibat krisis ekonomi ini akan dengan sendirinya menuju titik kestabilan yang wajar seiring dengan upaya efisiensi produksi. Karena suatu usaha produksi tidak akan sustain bila tidak adanya pasar atau konsumen yang akan membeli hasil produksi. 

Yang harus mendapat perhatian penuh seharusnya adalah motif sebenarnya dibalik upaya penyebab krisis ekonomi itu sendiri. Yakni upaya negara – negara Amerika dan Sekutunya guna menguasai negara – negara di Semenanjung ARAB serta upaya pelemahan tatanan beragaman umat Islam di negara berkembang seperti Indonesia.

Tuesday, 23 July 2013

Kristenisasi Tayangan Televisi Di Bulan Ramadhan

Kristenisasi
Tayangan Televisi Di Bulan Ramadhan


Bulan ramadhan merupakan salah satu bulan yang dispesialkan oleh Bangsa Indonesia karena mayoritas penduduknya adalah muslim. Semua jajaran pemerintahan mengusahakan semaksimal mungkin guna pelaksanaan ibadah puasa ramadhan dapat berjalan secara kondusiv. Mulai jajaran pemerintahan di bidang ekonomi yang berupaya sebaik mungkin guna menciptakan kestabian ekonomi masyarakat selama bulan Ramadhan. Jajaran pemerintahan di bidang keamanan pun tak kalah gencarnya mengupayakan keamanan lingkungan selama bulan Ramadhan mulai dari pengamanan tindak kriminal hingga sidak kelapangan guna memberantas penyakit masyarakat serta pembatasan jam operasional tempat – tempat hiburan malam. Bahkan jajaran pemerintahan dibidang perhubungan dan telekomunikasi juga berusaha semaksimal mungkin meningkatkan kelancaran transportasi dan komunikasi selama bulan ramadhan dan sesudahnya.

Pihak swasta pun tak mau ketinggalan menyemarakkan bulan Ramadhan. Usaha swasta dibidang perdagangan dan konveksi menawarkan produk – produk spesial dan paket – paket penjualan yang spesial juga. Usaha swasta dibidang tayangan hiburan televisi juga tidak mau ketinggalan dalam hal menyuguhkan acara – acara televisi bernuansa Islami guna menyemarakkan bulan Ramadhan. Bahkan jam tayangnya pun sampai dimajukan pada pukul 03.00 WIB. Jenis tayangannya pun beraneka ragam mulai dari sinetron, tayangan komedi, tayangan ceramah, serta tayangan pencarian bakat yang semuanya bernuansa Islami.

Namun menyikapi tayangan – tayangan televisi selama bulan Ramadhan, kita sebagai umat muslim harus tetap kritis dan tidak lengah dalam menikmati tayangan – tayangan televisi tersebut. Karena tayangan – tayangan televisi tersebut meskipun telah dikemas dengan sedikit nuansa Islami namun tidak menutup kemungkinan isi acara di dalamnya menawarkan suguhan – suguhan yang seronok bahkan metodenya secara gamblang mengkaburkan antara agama Islam dan Kristen. Atau dengan kata lain acara tersebut berisikan proses kristenisasi.

Kita tidak boleh lupa jika Agama Kristen begitu gigihnya melakukan upaya pelemahan umat muslim baik secara samar maupun terang – terangan. Salah satu contohnya adalah tayangan pembacaan do’a berbuka puasa maupun do’a niat puasa. Tayangan tersebut biasanya ditayangkan saat berbuka puasa dan sesudah waktu imsyak. Apabila kita tidak jeli sesungguhnya tayangan ini sangat baik guna memudahkan kita maupun anak – anak kita dalam menghafal do’a berbuka puasa maupun do’a niat puasa ramadhan. Namun metode pembacaan do’a – do’a tersebut yang sedikit aneh karena bukan merupakan kebiasaan dan adab umat muslim dalam berdo’a yakni dengan melafalkan do’a dengan metode bernyayi. Metode berdo’a dengan bernyayi seperti kita ketahui bersama merupakan adab berdo’a umat Kristen. Karena sesungguhnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”.

Sebagai umat muslim kita tidak boleh terlena dengan hiburan dunia salah satunya tayangan televisi karena umat kristen dan yahudi adalah umat yang sangat kuat permusuhannya terhadap Islam. Mereka sangat gigih dalam berupaya mengajak kaum muslim untuk terjerumus dalam ajaran agama kristen dan yahudi dengan berbagai daya dan upaya. Sebagaimana juga difirmankan Allah SWT dalam surah Al-Maidah ayat 82


لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. Al-Maidah: 82)


Monday, 22 July 2013

DEMOKRASI “ USAHA MAKAR PADA TUHAN ”

DEMOKRASI
“ USAHA MAKAR PADA TUHAN  ”

Demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang sangat diagung – agungkan saat ini. Pada dasarnya demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang segala keputusannya diambil berdasarkan kehendak rakyat tanpa terkecuali. Dengan menawarkan konsep kesamaan dan kesejajaran hak pada setiap individu rakyat yang terlibat didalamnya. Serta menawarkan suatu konsep centimentil dan skeptis jika suara hati nurani rakyat merupakan suara Tuhan.
Pemahaman konsep “suara hati nurani rakyat merupakan suara Tuhan” ini sebenarnya jika kita mau merenungkannya, merupakan suatu bentuk ajakan makar manusia terhadap kewenangan dan kekuasaan TUHAN. Sehingga kita jangan pernah heran jika suatu bangsa dan negara yang mengusung asas pemerintahan demokrasi mulai banyak mengalami masalah yang mengantarkannya pada kehancuran. Sebut saja Negara Mesir salah satunya yang kepresidennya yang telah dua kali mengalami kudeta oleh pihak – pihak oposisinya.
Bagaimana dengan Indonesia ? Negara yang sangat terkenal dengan rakyatnya yang sangat mengedapankan toleransi dan sopan santun. Kita bisa mengamati bagaimana bangsa ini menjalani sistem pemerintahan demokrasi mulai sejak negara ini memprolamirkan keberadaannya pada dunia hingga sekarang yang telah dipimpin oleh 6 (enam) orang Presiden mulai dari Ir. Soekarno, Bapak Pembangunan Soeharto, Profesor ternama BJ. Habibie, Ibu Mega Yang pendiam, Kiai ternama Gus Dur dan Sosilo Bambang Yudhoyono. Pada perkembangannya bangsa Indonesia selalu dirundung masalah yang muncul dari kalangan minoritas ataupun mayoritas yang lemah yang keterwakilan suaranya kurang diperhitungkan. Masalah – masalah yang muncul diperparah lagi dengan kondisi penempatan para pemangku jabatan di negara ini yang ditetapkan lebih berdasarkan pada kesamaan pandangan politik dan kepentingan pemimpinnya dibandingkan pada dasar keahlian dan kecakapan ilmu yang dimiliki seseorang.
Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Hal ini karena dalam pelaksanaan demokrasi dalam pemerintahan selalu mengacu pada pengambilan keputusan berdasarkan hasil voting suara terbanyak. Pada perkembangannya pengambilan voting suara terbanyak (yang dianggap sebagai suara Tuhan) mulai dibelokkan guna memuluskan kepentingan suatu golongan atau pribadi. Berbagai cara dihalalkan. Cara yang lagi trend sekarang adalah politik uang baik dalam jenis fisik uang yang sebenarnya maupun dalam jenis uang yang abstrak (janji – janji jabatan atau proyek pekerjaan).
Sehingga kehancuran – kehancuran yang terjadi maupun yang sedang berproses dalam suatu bangsa maupun negara yang berasaskan demokrasi bukanlah suatu kebetulan. Karena hal itu lebih merupakan suatu hukuman dari Tuhan karena asas Demokrasi pada dasarnya merupakan upaya makar terhada kekuasaan Tuhan dan Hukum – Hukum Tuhan sebagaimana tercantum dalam KitabNya (Alqur’an).



Tuesday, 5 February 2013

ISLAM FOR BETTER LIFE (SERI 3)


PENTINGNYA OLAHRAGA DALAM PANDANGAN ISLAM

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat. Kehidupan manusia semakin menjadi lebih mudah dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadikan aktivitas kehidupan manusia menjadi lebih cepat dan semakin meningkatkan tingkat persaingan kerja antar sesamanya. Hal ini tidak jarang menimbulkan tingkat stress dan penat yang tinggi dalam diri manusia. 

Fenomena lain yang terjadi, seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini maka perkembangan dunia hiburan juga berkembang dengan pesatnya. Hiburan merupakan hal yang dibutuhkan oleh menusia sebagai media refreshing guna menurunkan tingkat stress dan penat setelah beraktivitas. Namun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang hiburan sering kali menyebabkan gaya hidup yang tidak sehat seperti berleha – leha dan bermalas – malasan sehingga melupakan aktivitas olahraga bahkan aktivitas keagamaan. Utamanya perkembangan dunia hiburan yang didukung oleh media tayang elektronik seperti hiburan TV dan yang sejenisnya.

Terkait dengan hiburan TV dan sejenisnya, penelitian terkini yang dipublikasikan dalam artikel “Too Much TV May Lower Sperm Count” yang ditulis oleh Rachael Rettner, MyHealthNewsDaily Staff Writer (www.livescience.com) berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam journal  the British Journal of Sports Medicine tanggal 4 Pebruari 2013 memaparkan jika aktivitas menonton acara televisi (TV) dapat mempengaruhi jumlah sel sperma manusia.

Penelitian ini mengungkapkan jika selama studi yang melibatkan 189 pria sehat berumur 18 – 22 tahun diperoleh bahwa pria yang menonton TV selama 20 jam atau lebih dalam seminggu memiliki jumlah sperma yang 44 persen lebih rendah dibandingkan pria yang tidak menonton televisi. Hal ini karena pria yang lebih banyak menonton TV cenderung memiliki gaya hidup yang lebih pasif dibandingkan pria yang tidak menonton TV. Sehingga pria yang lebih suka menonton TV cenderung lebih sedikit menghabiskan waktunya untuk melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Padahal secara penelitian klinis dipaparkan jika kegiatan fisik semacam olahraga dapat meningkatkan kualitas sperma pria. Penelitian ini dilakukan oleh para ahli setelah memperhitungkan faktor lain yang dapat mempengaruhi jumlah sperma, seperti merokok, indeks massa tubuh (BMI) dan asupan kalori.

Hasil penelitian tersebut pada akhirnya juga menjadikan kejadian saat ini seperti sulitnya seorang pria memberikan keturunan bagi keluarganya menjadi sangat reasonable. Karena jumlah sel sperma yang menurun menyebabkan kemungkinan sel sperma untuk membuahi sel telur pasangannya juga menjadi sangat rendah. Sehingga hasil penelitian ini seharusnya bisa memberikan pengetahuan baru bagi kita semua.

Terkait ulasan ini, sebenarnya agama Islam telah mengantisipasi kejadian ini semua jauh lebih dari 1500 tahun sebelum penelitian ini dilakukan. Rasulullah SAW telah memerintahkan umat Islam untuk selalu giat melakukan aktivitas fisik dan berolahraga untuk kesehatan umatnya. Bahkan Beliau sangat menganjurkan ummatnya untuk aktif mengikuti perlombaan – perlombaan olahraga yang sportif dan tidak mengandung unsur judi. Hal tersebut sebagaimana diriwayatkan dalam hadist Rasul berikut

عَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ( سَابَقَ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم بِالْخَيْلِ اَلَّتِي قَدْ أُضْمِرَتْ, مِنْ الْحَفْيَاءِ, وَكَانَ أَمَدُهَا ثَنِيَّةِ اَلْوَدَاعِ. وَسَابَقَ بَيْنَ اَلْخَيْلِ اَلَّتِي لَمْ تُضَمَّرْ مِنْ اَلثَّنِيَّةِ إِلَى مَسْجِد ٍ بَنِي زُرَيْقٍ, وَكَانَ اِبْنُ عُمَرَ فِيمَنْ سَابَقَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ زَادَ اَلْبُخَارِيُّ, قَالَ سُفْيَانُ: مِنْ الْحَفْيَاءِ إِلَى ثَنِيَّةِ اَلْوَدَاعُ خَمْسَةِ أَمْيَالٍ, أَوْ سِتَّةَ, وَمِنْ اَلثَّنِيَّةِ إِلَى مَسْجِدِ بَنِي زُرَيْقٍ مِيل ٍ
 Yang artinya : Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah mengikuti lomba kuda yang dikempiskan dari Hafaya' dan berakhir di Tsaniyyatul Wada', dan mengikuti lomba kuda yang tidak dikempiskan perutnya dari Tsaniiyah hingga Banu Zuraiq, dan Ibnu Umar adalah termasuk orang yang ikut berlomba. Muttafaq Alaihi. Bukhari menambahkan: Sufyan berkata: Jarak antara Hafaya' dan Tsaniyyatul Wada' ialah lima atau enam mil dan dari Tsaniyyah hingga masjid Banu Zuraiq adalah satu mil.


وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا سَبْقَ إِلَّا فِي خُفٍّ, أَوْ نَصْلٍ, أَوْ حَافِرٍ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَالثَّلَاثَةَ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّان َ
Yang artinya : Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak ada perlombaan kecuali untuk unta, panah, atau kuda." Riwayat Ahmad dan Imam Tiga. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.


وَعَنْ عَقَبَةِ بْنُ عَامِرٍ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتَ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ عَلَى اَلْمِنْبَرِ يَقْرَأ : وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اِسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ أَلَا إِنَّ اَلْقُوَّةَ اَلرَّمْيُ, أَلَا إِنَّ اَلْقُوَّةَ اَلرَّمْيُ, أَلَا إِنَّ اَلْقُوَّةَ اَلرَّمْيُ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ  
Yang artinya : Uqbah Ibnu Amir Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam di atas mimbar membaca (artinya = Dan siapkanlah kekuatan dan pasukan berkuda untuk menghadapi mereka sekuat tenagamu-ayat, ingatlah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ingat bahwa kekuatan itu adalah memanah." Riwayat Muslim.

Hadist – hadist nabi tersebut sekali lagi menempatkan agama Islam sebagai agama yang benar. Ajarannya sangat sesuai diterapkan disepanjang jaman, bahkan di era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat seperti sekarang ini bahkan untuk perkembangan masa depan. Semoga melalui ulasan ini, kita sebagai kaum muslim semakin bisa meningkatkan kadar dan kualitas iman dan cinta kita kepada Allah SWT serta rasulNya Muhammad SAW.

Friday, 1 February 2013

ISLAM FOR BETTER LIFE (SERI 2)

MARRIED MAKE YOU HEALTHY

Menikah adalah pertalian hubungan antara dua orang dengan beda jenis kelamin dan bukan muhrimnya yang disahkan secara agama. Pernikahan bukan hal aneh dan hal baru dikalangan masyarakat. Akan tetapi bagaimana hubungan pernikahan dengan kesehatan seseorang, baru – baru ini menjadi topik penelitian baru yang dipublikasikan dalam the European Journal of Preventive Cardiology pada 31 januari 2013 lalu dan juga diuraikan dalam artikel “ Single Adults Have Greater Attack Risk” oleh Tanya Lewis, LiveScience Staff Writer.

Dalam penelitian tersebut dipaparkan jika seorang pria yang memilih hidup melajang memiliki kemungkinan resiko mengidap penyakit jantung 58 hingga 66 persen lebih tinggi dibandingkan pria yang menikah. Begitupula bagi seorang wanita yang melajang akan memiliki kemungkinan resiko mengidap penyakit jantung 60 hingga 65 persen lebih tinggi dibandingkan wanita yang menikah. Pria dan wanita lajang juga lebih mungkin untuk meninggal dalam waktu 28 hari penderitaan peristiwa jantung. Laki-laki yang belum menikah memiliki resiko angka kematian sebesar 60-168 persen/28 hari lebih tinggi daripada pria menikah, perempuan yang tidak menikah memiliki resiko angka kematian 71-175 persen/28 hari lebih tinggi daripada perempuan menikah.

Fenomena ini dikarenakan pria dan wanita yang menikah cenderung memiliki gaya hidup sehat dibandingkan pria dan wanita yang hidup melajang. Kehidupan dalam ikatan pernikahan memungkinkan seseorang dan pasangannya untuk saling mengingatkan dan menjaga kesehatan pasangannya satu sama lain. Penelitian ini dilakukan dengan mengesampingkan faktor pernikahan yang tidak bahagia (unhappy married).

Hasil penelitian ini mengingatkan kita bagaimana Rasulullah SAW dalam menyebarkan agama Islam sangat gencar dalam menganjurkan ummat yang telah memasuki usia baligh dan memiliki kemampuan, dianjurkan untuk segera menikah. Kalaupun belum memiliki kemampuan, Beliau menganjurkan ummatnya untuk berpuasa. Hal tersebut merupakan jalan keluar yang sangan reasonable untuk saat ini karena puasa merupakan metode kesehatan yang paling ampuh untuk menjaga kesehatan tubuh manusia disamping kejernihan batinnya. Sebagaimana tertuang dalam hadist rasul 

عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ لَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ , فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْه
(dari Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu." Muttafaq Alaihi.) 
 ِ
Bahkan karena begitu pentingnya sebuah pernikahan sampai – sampai beliau mengancam setiap umatnya yang dengan sengaja tidak menikah, maka mereka bukan termasuk umat Rasulullah. Hal itu tertuang sebagaimana hadist rasul berikut
وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم حَمِدَ اَللَّهَ , وَأَثْنَى عَلَيْهِ , وَقَالَ : لَكِنِّي أَنَا أُصَلِّي وَأَنَامُ , وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ , وَأَتَزَوَّجُ اَلنِّسَاءَ , فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
(dari Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam setelah memuji Allah dan menyanjung-Nya bersabda: "Tetapi aku sholat, tidur, berpuasa, berbuka, dan mengawini perempuan. Barangsiapa membenci sunnahku, ia tidak termasuk ummatku." Muttafaq Alaihi.)

Kesimpulannya penting bagi kita adalah sungguh setiap ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah SAW merupakan pedoman hidup yang baik bagi ummatnya untuk mencapai kabahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat. Karena agama Islam merupakan ajaran agama yang paling sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia. Serta ajaran Islam sangat reasonable secara scientific dibandingkan ajaran agama lain meskipun Ilmu Pengetahuan masih terlalu muda untuk agama Islam.