Friday, 12 October 2012

KISAH NYATA THE MIRACLE OF SEDEKAH : PERSALINAN ANAK KAMI YANG KEDUA

KISAH NYATA
THE MIRACLE OF SEDEKAH : PERSALINAN ANAK KAMI YANG KEDUA

            Saya mulai kisah ini dari latar belakang keluargaku. Aku atau panggil saja Barri, mulai mengarungi bahtera keluarga pada Maret 2010 bersama istriku sebut saja Arik. Aku bekerja sebagai PNS gol. III di daerah kami tinggal, Kab. Sampang. Istriku bekerja sebagai guru di LBB Primagama di daerah yang sama. Penghasilan kami berdua sampai dengan tahun 2012 tidak lebih dari 2,7 juta rupiah (bukan dollar). Penghasilan sebesar itu kami gunakan untuk membayar cicilan rumah KPR kami sebesar 1,2 juta rupiah dan sisanya untuk biaya hidup keluarga yang makin hari makin naik. Setiap bulan aku bisa save 100 – 200 ribu, Alhamdulillah.

            Tahun 2012 tepatnya akhir tahun 2011 istriku hamil anak kami yang kedua. mengetahui hal tersebut perasaanku senang namun juga bingung. Senang karena mendapat karunia Allah berupa seorang anak cewek. namun bingung karena tentunya proses persalinannya dapat dipastikan 85% harus sesar, sebab persalinan anak pertama kami juga sesar dan biayanya lumayan besar bagi kami, 7 – 8 juta rupiah. Kebingungan itu aku pendam agar tidak menjadi beban pikiran istriku. Biar tidak berpengaruh pada kesehatan calon putriku.

            Pikirku, aku harus bekerja keras agar bisa mendapat penghasilan tambahan buat biaya persalinan anak kami yang kedua itu. Semua tugas kantor aku sanggupin buat aku kerjakan dengan berharap bosku mau ngasih uang tambahan. Hasilnya ternyata baik, namun juga gak mungkin cukup meskipun ditabung hingga saat persalinan.

            Tiga bulan terakhir menjelang persalinan, aku terbersit untuk mengajukan kreditan ke Bank. Karena kata teman kerjaku, PNS gak akan bisa apa – apa kalau tidak pinjam ke Bank. Aku utarakan maksudku ke istriku, hasil ditolak dengan alasan yang mau dibuat cicilan uang yang mana. Khan kita bisa save 200 rb tiap bulan kataku (ngeyel). Trus buat cadangan kalau anak yang pertama sakit apa, bantah istriku. Hemmmh, aku cuman bisa menarik nafas dalam – dalam. 

            Solusi untuk kredit ke Bank, gagal total. Makin bingung dah jadinya. Sampai terbersit pikir, seandainya gak jadi lahir anakku yang kedua pasti selesai dah masalahnya. Naudubillahimindzalik. Akhirnya, gimana kalau minta orang tua kayaknya bagus nih solusi. Aku coba telepon, tapi gak nyambung2. Jaringan jelek kali y. Tapi terus aku coba, di tengah proses coba – coba telepon ini, teringat kalau adikku saat ini juga dalam persiapan persalinannya yang pertama. Masa iya aku tega membebani orang tuaku, disaat harus menanggung persalinan adikku yang pertama. Akhirnya usaha yang satu ini aku cancel. 

            Waktu terus berlalu, semakin dekat pula saat – saat persalinan anak kami yang ke-2. Kira – kira sebulan sebelum persalinan, kami sebagai umat muslim melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Semangat baru muncul, dengan harapan semoga dibulan penuh berkah ini ada tambahan rahmatNya. Aku mulai menjelajah dunia maya (internet), browsing video – video pengajian. Karena ku pikir siapa tahu dengan niat ibadah bisa mendapat pencerahan jalan keluar dari permasalahan selama ini. Ehhhhh, tanpa disengaja ternyata aku dapetin video pengajiannya ustd. Yusuf Mansur. Temanya tentang ilmu sedekah, enak banget disimaknya karena penyampaiannya sederhana. Nambah makin tertarik lagi, isinya cocok banget ama permasalahan yang lagi aku hadepin.

            Singkatnya isi tausiahnya, bagaimana ceritanya amalan sedekah mampu mengatasi permasalahan duniawi kita dan membawa berkah dunia akhirat. Sampai – sampai pengajian ini memberikan bagaimana penerapan ilmu sedekah ini melalui logika matematika. Nah penjelasan yang ini pula yang membuat aku makin tertarik, karena penjelasannya makin masuk logika. Jadi penjelasan beliau tidak hanya memperdengarkan ayat suci Alquran dan Hadist tentang sedekah saja, tapi juga pendekatan secara logika dari makna Ayat suci Alquran dan Hadist itu juga. Dalam surat Al – An’Aam ayat 160 :
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
yang artinya : Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

Nah dari ayat tersebut beliau menjelaskan jika kita menyisihkan sebagian dari harta kita, maka sesungguhnya harta kita akan bertambah sepuluh kali lipatnya bahkan bisa lebih karena masih ditambah berkah dan rahmat dari Allah sehingga harta yang kita miliki akan semakin bermanfaat dan makin barokah. Jadi bila kita bersedekah bukannya malah berkurang tapi malah bertambah berlipat ganda. Penjelasan secara matematikanya adalah
misalkan saja kita punya harta 10 bagian, kemudian kita sisihkan 1 bagian untuk sedekah maka kita total harta kita akan menjadi 19 bagian. Koq bisa? Bisa donk, sebab 1 bagian yang kita sedekahkan akan mendapat balasan Allah 10 kali lipat sehingga menjadi 10 bagian kemudian ditambah sisa harta kita yakni 9 bagian maka total menjadi 19 bagian. Begitu pula jika kita sedekahkan 2 bagian maka harta kita akan bertambah menjadi 28 bagian, sehingga perhitungan selanjutnya menjadi
10 – 1 = 10 + 9 = 19
10 – 2 = 20 + 8 = 28
10 – 3 = 30 + 7 = 37
10 – 4 = 46
10 – 5 =  55
10 – 6 = 64
10 – 7 = 73
10 – 8 = 82
10 – 9 = 91
10 – 10 = 100

nah jadi masuk akal khan sekarang.

            Kita kembali lagi ke kisah ku, akhirnya dari tausiyah Ust. Yusuf Mansur ini aku mencoba komunikasikan ke istriku dan istriku setuju. Tapi apa yang akan disedekahin y. Gampang ntar tiap ada rizki uang, kita sedekahin sebagiannya. Iya kalau ada. Maklum begini nih kalau iman masih ceketek. Oke kalau gitu gimana kalau kita sedekah sebungkus nasi aja setiap hari untuk buka puasa tukang becak, khan biasanya nasi kita berlebih setiap harinya. Daripada mubadzir dibuang gitu aja. Oke dech. Akhirnya rencana itu kami lakukan selama bulan Ramadhan.

            Waktu terus berlalu, dan tanpa susah payah rizki mulai berdatangan. Tak terasa tabungan kami mencapai angka 4 Juta rupiah. Alhamdulillah, sudah mencapai nominal yang aman buat persalinan sesar plus dibantu dari Askes. Hatiku mulai tenang dan tambah semangat. Tapi dasar manusia, ada saja keinginannya. Gimana dengan aqikahnya y?Akhirnya dalam setiap do’ku setelah salat Dhuha, Salat wajib, Salat sunnah rawatib, Salat tahajjud dan bahkan setelah selesai ngaji aku tambahin menjadi Ya lancarkanlah persalinan istri hamba dan berilah kami rizki agar dapat melaksanakan aqikah buat anak kami yang ke-2, amin. Sebelumnya cuman cukup di agar persalinan istri hamba lancar aja.

            Akhirnya tepat malam tanggal 16 Agustus 2012 empat hari sebelum hari raya Idul  Fitri, kami memeriksakan kandungan istriku. Hasilnya keesokan harinya haru segera dioperasi sesar mengingat tali pusar bayinya melilit leher bayiku. Mendengar penjelasan ini perasaan kami campur aduk mulai dari cemas, khawatir dan takut. Khawatir akan kondisi bayi kami maupun tabungan kami yang takut gak cukup buat biayanya. Tapi keputusan harus segera dibuat, dan kami putuskan dengan hati sedikit bimbang. Oke, besok Operasi.

            Besok paginya kami berangkat berdua ke Rumah Sakit Pemerintah di daerah kami pakai motor (bukan mobil). Sebelumnya kami pamitan sama putera kami yang waktu itu usianya masih 18 bulan yang digendong ama ibu dari istriku. Tiba di rumah sakit kami daftar diloket untuk operasi sesar. Fasilatas yang kami ambil yang sesuai dengan fasilitas pasien askes, agar tambahan biayanya sedikit. Karena dari pengalaman tetangga kami, dengan fasilitas askes hanya dikenai tambahan 3 – 4 juta. Jadi dengan nilai segitu nilainya pas dengan tabungan kami.

            Tanggal 16 Agustus 2012 pukul 10.30 proses persalinan berjalan lancar, dan putri kami sehat, Alhamdulillah. Namun pikaranku masih saja terun berkecamuk memikirkan dan mereka – reka bagaimana jalannya Allah akan menyelesaikan masalah kami. Setelah proses persalinan, istruku dan anakku masih harus dirawat selama 3 hari di rumah sakit. Dan dari sinilah the miracle sedekah itu bekerja dengan izin Allah SWT. The miracle pertama setelah istriku menjalini perawatan selama satu hari di rumah sakit ternyata istriku sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Alhamdulillah, keajaiban itu muncul dengan jalan kesembuhan istriku pasca operasi dipercepat oleh Allah, SWT yang berarti dapat mengurangi nominal biaya perawatannya. Akhirnya tanggal 17 Agustus 2012 sore kami pulang, namun total biayanya belum bisa dipastikan sebab petugas adminnya libur. kami pulang dijemput oleh kedua orang tuaku beserta adikku dan suaminya dengan mobil Avanza sewaan.

            Tiba dirumah hatiku senang namun masih gelisah karena belum tahu besar biaya persalinannya. Keesokan harinya tanggal 18 Agustus 2012, The miracle of sedekah itu terjadi lagi, aku pergi kerumah sakit untuk mengurus administrasi persalinan kami. Setelah mondar – mandir kesana kemari, fotocopy segala macem dokumen akhirnya ditentukan juga nilai biayanya. Dan ternyata nilainya Rp.0,- alias tanpa biaya. Alhamdulillah. Kalimat tasbih aku kumandangkan di hatiku dan bibirku. Saking senengnya aku langsung pulang kerumah dan menceritakan hasilnya dengan semangat. Jadi kesimpulannya sampai saat itu tabunganku masih tetap utuh 4 jt rupiah.

            Atas saran orang tuaku tabungannya buat aqikahnya aja. Singkatnya aqikah putriku sudah terlaksana. Alhamdulillah, ternyata jika Allah berkehendak maka tidak ada hal yang tak mungkin. Dan semuanya berlangsung dengan sangat mudah dan tidak terduga – duga. Sebagai barokahnya sampai dengan tulisan ini dibuat, putera puteri kami dilimpahkan kesehatan dan kami juga bisa membeli kulkas perabot rumah yang selama ini kami inginkan agar bisa menyimpan belanja istriku agar tetap segar dan tahan lama, Alhamdulillah. 

            Inilah The miracle of sedekah yang bisa kami bagikan untuk semua, semoga ini menjadi pemacu kami untuk terus giat bersedekah dan beribadah kepada  Allah SWT.

Thursday, 11 October 2012

Orientasi Siswa /OSPEK, Generasi Berprestasi (2)

PENTINGNYA PENYUSUNAN KONSEP ORIENTASI SISWA BARU

Terjadinya penyimpangan penerapan/ pelaksanaan orientasi siswa baru/ OSPEK disebabkan belum adanya konsep pelaksanaan yang tertata secara apik meliputi tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengawasan sampai pada tahap evaluasi. Pelaksanaan orientasi siswa baru cenderung mengarah pada pelaksanaan acara ceremonial setiap memasuki tahun ajaran baru. Bahkan tahapan pelaksanaannya hanya sekedar mencontoh kegiatan orientasi siswa baru yang telah dilaksanakan di tahun sebelumnya. Tanpa ada tujuan kegiatan yang terarah dan hasil serta out put sumber daya siswa yang seperti apa yang akan dicapai.

Oleh karena itu saat ini sudah saatnya kita menyusun konsep pelaksanaan orientasi siswa yang terpadu dan bisa dimonitoring serta dievaluasi oleh pihak – pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak. Konsep orientasi siswa harus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan sampai pada tahap evaluasi. 

I.    Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan merupakan bagian penentu terhadap kesuksesan pelaksanaan orientasi siswa serta penentuan kualitas sumber daya siswa baru yang diharapkan. tahapan perencanaan meliputi :
1.   Penetapan latar belakang dan tujuan pelaksanaan orientasi siswa baru
2. Penetapan kualitas sumber daya siswa baru seperti apa yang akan/ ingin dihasilkan (keahlian/ karakter siswa baru yang diharapkan)
3. Penetapan indikator – indikator apa yang bisa dijadikan pedoman mengevaluasi  keberhasilan pencapaian kualitas sumber daya siswa baru yang dihasilkan
4. Penetapan materi – materi yang akan diberikan selama kegiatan berlangsung yang mampu mendukung dalam pencapaian indikator – indikator keberhasilan pencapaian kualitas sumber daya siswa yang diiinginkan
5.  Perencanaan pelaksanaan materi – materi orientasi siwa baru secara teknis dilapangan.

II.   Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan merupakan tahap penerapan materi – materi yang telah tersusun dalam perencanaan. Tahap pelaksanaan harus memperhatikan pembagian peran pelaksana serta yang telah ditetapkan serta direncanakan. Hal terpenting dalam tahap pelaksanaan kegiatan orientasi siswa adalah memperhatikan kapasitas porsi peran pelaksana yang meliputi porsi periode waktu maupun tingkat keterlibatan dalam kegiatan orientasi siswa baru serta memperhatikan kondisi siswa baru peserta kegatan orientasi siswa selama kegiatan berlangsung. Semaksimal mungkin dihindari adanya pertukaran peran panitia pelaksana kegiatan selama proses kegiatan berlangsung karena dapat mengakibatkan overlapping dan keambiguan peran selama kegiatan berlangsung

III. Tahap Pengawasan
Pengawasan dilakukan dalam setiap tahapan kegiatan. Tahap pengawasan merupakan tahapan yang mampu menjaga proses kegiatan orientasi siswa baru tetap berjalan sesuai perencanaan yang telah ditetapkan. Pengawasan hendaknya dilakukan oleh dua pihak yakni pihak guru serta siswa pelaksana kegiatan yang telah ditunjuk. Pengawasan dilakukan dalam setiap tahapan kegiatan. Pelaksanaan pengawasan hendaknya tetap memperhatikan kesuksesan pelaksanaan kegiatan dilapangan, jangan sampai terjadi interupsi pengawas yang mencolok selama proses kegiatan berlangsung

IV. Tahap Evaluasi
Tahapan evaluasi hendaknya dilakukan bersama – sama dengan orang tua siswa baru. Karena notabene merekalah pihak yang mampu mengevaluasi dengan baik perkembangan yang terjadi dalam diri anak mereka. Proses evaluasi hendaknya mengacu pada indikator – indikator yang telah direncanakan yang disusun secara sederhana agar mudah dipahami dan dilaksanakan. Tahapan evaluasipun tidak hanya terbatas pada out put yang dihasilkan namun juga pada proses selama kegiatan berlangsung. Sehingga dari tahapan evaluasi nantinya diharapkan adanya masukan yang mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan orientasi siswa baru di tahun – tahun mendatang.

Dengan adanya penyusunan konsep orientasi siswa baru yang baik nantinya mampu meminimalisir adanya pelaksanaan maupun output orientasi siswa baru yang menyimpang. Sehingga dengan tercapainya output yang diharapkan, nantinya secara tidak langsung dapat membantu proses pendidikan di sekolah untuk mencapai prestasi.

Tuesday, 9 October 2012

Orientasi Siswa /OSPEK, Generasi Berprestasi (1)



Orientasi Siswa /OSPEK, Generasi Berprestasi (1)

Kegiatan Orientasi Siswa atau ospek, awalnya bertujuan mengenalkan siswa baru pada lingkungan sekolah yang baru. Baik dari segi kegiatan belajarnya maupun kegiatan organisasi kesiswaan yang ada di dalam sekolah mereka yang baru. Pada perkembangannya pelaksanaan orientasi siswa mulai disisipkan materi pelatihan Leadership, materi pengembangan kretivitas dan pengenalan bakat siswa serta materi kecintaan dan kebanggaan terhadap almamater sekolah bahkan materi berkenaan dengan kebangsaan.
                Penambahan materi pelatihan leadership merupakan media pengenalan managemen kepemimpinan dan managemen organisasi bagi siswa baru. Para siswa baru diharapakan memiliki kemampuan memimpin dan mengelola organisasi jika nantinya berkecimpung dalam organisasi dan kegiatan kesiswaan yang ada di sekolah baru mereka. Sehingga materi ini minimal dapat membantu proses kaderisasi dalam organisasi dan kegiatan kesiswaan
                Materi pengembangan kreativitas dan pengenalan bakat lebih bertujuan untuk menanamkan kepercayaan diri siswa dalam mengembangkan kreativitas mereka yang mungkin selama ini mereka malu untuk menunjukkannya pada orang lain. Pengenalan bakat digunakan untuk mengetahui bakat – bakat terpendam yang ada dalam diri siswa baru. Sehingga sekolah dapat mengarahkan siswa baru dalam mengembangkannya agar lebih optimal dan mengahasilkan sebuah prestasi.
                Materi kecintaan dan kebanggaan terhadap almamater sekolah ditujukan agar siswa baru dapat menjaga nama baik sekolah melalui prestasi. Prestasi dari segi akademik maupun prestasi non akademik. Harapannya siswa baru dapat makin memperkenalkan sekolah baru mereka kepada masyarakat. Sehingga akhirnya diharapakan dapat meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap sekolah baru mereka.
                Materi kebangsaan bertujuan mengenalkan pada siswa baru tentang wawasan widyamandalan dan wawasan NKRI. Sehingga diharapakan siswa baru makin memiliki hasrat untuk menungkatkan prestasi mereka guna mendukung dan berpartisipasi dalam kemajuan pembangunan bangsa dan negara Republik Indonesia.
Namun perkembangannya saat ini pengaplikasian materi leadership lebih mengarah pada penanaman doktrin senioritas. Dimana siswa baru diharapkan untuk bisa menghormati senior mereka secara berlebihan. Sehingga nantinya tertanam dalam diri siswa baru  bahwa “senior selalu benar” dan terbentuk karakter “menyepelekan junior” mereka nantinya.
Pelaksanaan materi pengembangan kreativitas dan pengenalan bakat lebih mengarah pada pemberian tugas pada siswa baru yang pada hakekatnya sulit untuk dilaksanakan dalam jangka waktu yang singkat dan terbatas. Sehingga yang terjadi lebih tepatnya membebani orang tua siswa baru, karena dalam pemenuhan tugas tersebut akhirnya dilaksanakan dengan jalan pintas (membeli). Dan biaya yang dikeluarkan oleh orang tua siswa tidaklah sedikit.
Materi kecintaan dan kebanggaan terhadap almamater sekolah lebih mengarah pada penanaman doktrin kebanggaan terhadap sekolah yang berlebihan. Sehingga pada pelaksanaannya menghalalkan segala cara. Sebagai contoh tawuran antar siswa dua sekolah yang berbeda, dengan atas dasar kebanggaan terhada alamamater sekolah.
Materi kebangsaan pada pelaksanaaannya malah mengarah pada doktrin penyampaian aspirasi terhadap ketidakpuasan terhadap kondisi bangsa ini melalui cara – cara demo di jalanan.
Sehingga sebagai hasil akhir dari pelaksanaan orientasi siswa / ospek yang dirasakan oleh orang tua siswa sebagai lingkungan terdekat dari siswa adalah “anak mereka kini lebih berani menentang arahan orang tua bahkan menjadi lebih brutal dibanding sebelumnya”.
Mengamati perkembangan saat ini, seharusnya kita segera melakukan evaluasi terhadap pergeseran pelaksanaan orientasi siswa / ospek mulai sekarang. Semua kalangan tatannan masyarakat dari tingkat keluarga, RT, RW bahkan tatanan masyarakat bangsa dan negara mempunyai kewajiban untuk ikut mengevaluasi dan mengawasi pelaksanaan orientasi siswa agar kembali pada tatanan yang seharusnya. Karena tidak dapat kita pungkiri bahwa proses orientasi siswa sedikit banyak turut andil dalam pembentukan karakter dan watak siswa/ pelajar kita saat ini. Pembentukan karakter dan watak siswa yang baik juga akan sangat menentukan terhadap prestasi yang akan dicapai nantinya.

Monday, 8 October 2012

Ayo !!! Bebaskan Anak Kita Dari “PERSEPSI ORANG”


Ayo !!!
Bebaskan Anak Kita Dari “PERSEPSI ORANG”

            Tulisan  ini berawal dari perbincangan di salon perawatan rambut. Kala itu siang sangat terik, pelanggan salah satu salon di kotaku antre untuk mendapatkan pelayanan jasa perawatan rambut. Mulai dari yang pengen sekedar potong rambut, creambath, smoothing sampai nglurusin rambut. Disela – sela waktu antre itu mengalir pembicaraan bebas mulai dari topik KPK sampai dengan gosip video ganti baju artis Kartika Putri yang lagi beredar di dunia maya. Namun salah satu pembicaraan yang menarik perhatian saya adalah pembicaraan mereka mengenai masa depan anak – anak mereka. Kira – kira pembicaraannya adalah sebagai berikut
Ibu 1                           : mas (petugas salon 1), anakku dipotong pendek y (rambutnya,
                                    red).
Petugas salon 1       : iya bu,
Ibu 1                           : rambutnya rusak itu mas, abis nyoba minyak rambut temennya
Petugas salon 1       : biar tampak kaku gt y (rambutnya),
Perbincangan diatas terus berlanjut hingga akhirnya…….
Petugas salon 1       : bu, anaknya jangan diarahin jadi model dech,
Ibu 1                           : knp mas,
Petugas salon 1       : biar nanti kalau udah besar (dewasa), nggak males kerja
Ibu 1                           : oh, iya mas. Saya suruh dia belajar dulu. Lagian jadi model,
                                   modalnya besar
Ibu 2                           : iya bu, anak saya juga tak larang berteman ama anak yang suka
                                  balapan
Ibu 1                           : knp bu
Ibu 2                           : itu teman saya dulunya suka balapan, pas tuanya cuman bisa
                                   buka bengkel
Ibu 1                           : bener tu, temen saya malah yang gak banyak model2, tuanya
                                   malah ada yang jadi PNS, pegawai bank bu

Dari perbincangan terbersit dalam hati saya, betapa mudahnya orang menghakimi masa depan hanya melalui segelintir fakta. Padahal jika kita mau belajar lebih bijak, banyak orang – orang sukses yang awalnya bergelut dibidang model, perbengkelan, bahkan dari dunia balapan. Sebagai contoh
 1.Valentino Rossi, menjadi orang kaya dengan total kekayaan 30 Juta dollar karena dia  menekuni dunia balapan
 2.Soichiro Honda, pemilik perusahaan Honda. Awalnya karena suka menekuni dunia perbengkelan dan mesin. Waktu kecilnya suka membantu ayahnya mereparasi mesin – mesin pertanian
  3. Agnes Monica, menjadi sukses hingga go international juga dari dunia model, artis dan tarik suara
Dan masih banyak lagi contoh orang – orang sukses yang latar belakangnya dari bidang yang sering kali kita remehkan.
            Dari tulisan ini saya ingin menggugah diri saya sendiri dan kita sebagai orang tua dari anak – anak kita agar jangan menghakimi masa depan anak – anak kita hanya berdasarkan persepsi atau pendapat orang maupun kita sendiri yang hanya didasarkan pada segilintir fakta yang kita alami selama perjalanan hidup kita.

            Biarkan mereka tumbuh bebas dengan kreativitasnya. Biarkan mereka hidup dengan potensi yang ada pada diri mereka. Cukuplah Alquran dan hadist sebagai penuntunnya.